PONTIANAKGLOBE.COM, CALIFORNIA --Produsen makanan legendaris Del Monte Foods resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah hampir 140 tahun beroperasi.
Langkah ini ditempuh menyusul tekanan finansial yang terus membesar, termasuk utang jumbo lebih dari USD 1,2 miliar (sekitar Rp19,45 triliun), kesalahan strategi selama pandemi, serta perubahan besar dalam perilaku konsumen global.
Baca Juga: Polsek Sungai Raya Peringati Hari Bhayangkara ke-79 dengan Sederhana
Perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, ini dikenal lewat produk-produk seperti buah dan sayuran kaleng berlabel Del Monte.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Del Monte terjebak dalam krisis operasional dan keuangan, hingga terpaksa menjual sebagian besar asetnya.
“Kami memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi pengadilan adalah cara paling efektif untuk mempercepat pemulihan dan membangun Del Monte Foods yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, dalam pernyataan resmi, Jumat, 4 Juli 2025.
Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Bakal Satu Harga di Seluruh Indonesia pada 2026, Ini Rencana ESDM dan Pertamina
Sebagai upaya mempertahankan operasi bisnis, perusahaan telah mengamankan pendanaan sementara senilai USD 165 juta (sekitar Rp2,65 triliun) untuk menjaga rantai pasokan, produksi, dan distribusi produk Del Monte tetap berjalan.
Dalam dokumen pengajuan kebangkrutan, perusahaan menjelaskan bahwa saat pandemi COVID-19 melanda, permintaan makanan rumah tangga melonjak tajam, memaksa Del Monte meningkatkan produksi secara besar-besaran.
Baca Juga: Bupati Sujiwo Tekankan Pentingnya Peran Duta Lingkungan Dalam Suarakan Gerakan Sadar Lingkungan
Namun, ketika situasi kembali normal, permintaan justru merosot, menyisakan stok berlebih yang akhirnya dijual murah bahkan merugi.
Lebih jauh, Del Monte menegaskan tetap berkomitmen pada produksi berbasis lokal, termasuk pengadaan hasil pertanian dari lahan keluarga di AS dan Meksiko.
“Kami berkomitmen untuk memperluas akses terhadap makanan bergizi,” tegas Longstreet. ***