bisnis-market

Prabowo Paparkan Kebijakan Ekonomi, dari Devisa Hasil Ekspor hingga Danantara

Jumat, 28 Februari 2025 | 13:44 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah kebijakan strategis pemerintah yang telah direalisasikan, mulai dari kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), peluncuran Bank Emas, hingga pendirian Danantara Indonesia. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah kebijakan strategis pemerintah yang telah direalisasikan, mulai dari kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), peluncuran Bank Emas, hingga pendirian Danantara Indonesia.

Kebijakan ini, menurut Prabowo, bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.

Baca Juga: Ini Dia HP dengan Kamera Terbaik 2025, 3 Pilihan dengan Kualitas DSLR, RAM 12GB+, dan Baterai 5000mAh

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan 100% DHE dari sumber daya alam (SDA) disimpan di dalam negeri selama 12 bulan. Kebijakan ini diumumkan dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada 17 Februari 2025 dan mulai berlaku pada 1 Maret 2025.

“Dengan langkah ini, devisa hasil ekspor kita diperkirakan akan bertambah sekitar 80 miliar dolar AS pada 2025. Dalam satu tahun, total cadangan devisa diproyeksikan mencapai minimal 100 miliar dolar AS,” jelasnya.

Selain kebijakan DHE, Prabowo juga memperkenalkan Danantara Indonesia (Daya Anagata Nusantara), sebuah dana investasi yang resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025.

“Dengan penuh rasa syukur, kita telah meluncurkan Danantara Indonesia, sebuah dana investasi dengan total aset lebih dari 900 miliar dolar AS. Dana ini akan memungkinkan percepatan pembangunan industri nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Tablet Honor Terbaik 2025, Layar Tajam, Performa Kencang! Ini Alasan Mengapa Pelajar Juga Cocok Memilikinya

Bank Emas dan PDB Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga meluncurkan layanan Bank Emas pertama di Indonesia. Bank ini diharapkan dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 245 triliun serta membuka 1,8 juta lapangan kerja baru.

“Kita harapkan bank emas ini bisa menambah PDB sebesar Rp 245 triliun dan menciptakan 1,8 juta lapangan kerja,” kata Prabowo.

Dengan adanya layanan ini, pengolahan emas dari hulu ke hilir dapat dioptimalkan di dalam negeri. Selain itu, Bank Emas diharapkan mampu menghemat devisa negara dan berperan sebagai instrumen stabilisasi moneter melalui likuiditas emas.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Nokia 2025, Mulai dari Kamera Canggih, Baterai Awet, hingga RAM Besar

Prabowo juga menyoroti peningkatan produksi emas nasional yang telah naik dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun. Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya ekosistem yang lebih baik untuk mengelola cadangan emas negara.

“Kita harapkan ini akan mempercepat pertumbuhan tabungan emas dan meningkatkan cadangan emas nasional,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini