bisnis-market

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Sebut Rencana Budidaya Kratom Setelah Regulasi

Jumat, 21 Juni 2024 | 05:30 WIB
Daun, bunga serta buah kratom. Pemerintah akan mengatur regulasi terkait tanaman dan perdagangan kratom, hal ini bisa menjadi kabar baik bagi petani.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Pertanian (mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan rencana untuk membudidayakan kratom setelah regulasi perdagangan disusun.

Amran mengungkapkan bahwa kratom memiliki potensi ekonomi yang signifikan jika dibudidayakan secara teratur.

"Saran kami ke depan, setelah regulasi ini diatur, mungkin kita bisa mulai budidaya kratom untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, kualitasnya, dan aspek lainnya karena saat ini harga turun drastis disebabkan oleh berbagai faktor seperti kualitas dan distribusi," ujar Amran kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Juni 2024.

Baca Juga: Uji Keamanan Kratom, BPOM Lakukan Pengujian In Vivo pada Hewan, Ini Maksud-nya

Amran menambahkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menempatkan kratom di bawah Kementerian Pertanian dengan membentuk korporasi.

Melalui korporasi tersebut, diharapkan produksi kratom dapat dipertahankan dalam kualitas dan kuantitas yang terjamin, sebagai syarat utama untuk meningkatkan ekspor dan kesejahteraan petani.

"Dengan adanya koperasi yang mengelola ini, kita bisa memastikan bahwa kualitas dan kuantitasnya terjaga dengan baik, yang menjadi syarat utama untuk ekspor. Jika kualitasnya terjamin, maka secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan petani kita," ungkapnya.

Baca Juga: KSP Tegaskan Kemenkes Tidak Kategorikan Kratom sebagai Narkotika, Sudah Aman untuk Diperjualbelikan?

Dalam rapat tersebut, Amran juga membahas bahwa harga kratom saat ini menurun drastis di pasar ekspor, mencapai hanya 2-5 dolar per unit dari sebelumnya 30 dolar.

Pemerintah berharap dengan regulasi yang tepat, budidaya kratom dapat diorganisasi lebih baik melalui korporasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan stabil dalam pasokan.

"Yang terpenting adalah kuantitasnya, kualitasnya, sehingga harga yang sebelumnya mencapai 30 dolar bisa turun menjadi 2-5 dolar, yang tentu saja sangat rendah," ucap Amran.

Baca Juga: Kratom Go Global! Ekspor Dibuka, Produksi Bakal Ditingkatkan

Amran berharap bahwa aturan teknis terkait budidaya kratom akan segera ditetapkan untuk memfasilitasi proses budidaya yang lebih terstruktur dan produktif.

Dia optimistis bahwa dengan harga yang menguntungkan, budidaya kratom dapat menjadi pilihan yang menjanjikan bagi petani di Indonesia. ***

Tags

Terkini