PONTIANAKGLOBE -- Menteri Koperasi Teten Masduki berharap keberadaan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dapat mendorong penguatan kapasitas petani kecil sehingga dapat mengurangi dampak negatif industri kelapa sawit.
Menurutnya, koperasi berperan sebagai agregator hasil sawit sehingga petani mendapatkan kepastian pasar dan harga tandan buah segar (TBS) yang adil.
Bersama RSPO nanti akan mempromosikan minyak sawit berkelanjutan ke koperasi petani swadaya di bawah naungan kementerian, mendorong penguatan organisasi ekonomi koperasi petani swadaya, akses pendanaan dan pembiayaan untuk peningkatan kapasitas dan pendirian koperasi petani swadaya hingga proses sertifikasi, hingga partisipasi dan keterlibatan aktif dalam kegiatan atau acara yang diselenggarakan RSPO dan kementerian.
Hal itu disampaikannya disela kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM dan RSPO yang bertujuan mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dalam upaya menuju produksi kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi petani sawit melalui koperasi.
"Petani sawit di Indonesia penting tergabung dalam koperasi agar memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dan terintregasi dari hulu hingga hilir, sehingga mampu mencapai skala ekonomi," kata Teten dikutip Pontianak Globe, Rabu (12 Juli 2023).
Dia menjelaskan petani kelapa sawit membutuhkan organisasi ekonomi agar aktivitas hulu dan hilir ekonomi terpenuhi.
Masalahnya, lanjut Teten Masduki, sebagian besar petani sawit rakyat yang bergerak pada on-farm, cenderung hanya menikmati nilai tambah yang relatif kecil dari mata rantai bisnis sawit.
Misalnya, lokasi perkebunan sawit rakyat jauh dari CPO-Mill dan menghadapi rantai tata niaga yang panjang sehingga harga TBS yang diterima petani sawit 30% di bawah harga TBS CPO-Mill.
Chief Executive Officer (CEO) RSPO Joseph D'Cruz mengatakan kerjasama dengan KemenkoUKP sebagai kerangka kerja menuju sektor kelapa sawit yang tangguh dan akuntabel di Indonesia.
"Ruang lingkup MoU mencakup pertukaran data dan informasi, pertukaran pelajaran untuk membangun kapasitas koperasi petani swadaya, hingga sinergi pemberdayaan dan pembinaan koperasi, serta pendampingan koperasi petani swadaya," ujar Joseph D'Cruz.
Selain itu, kolaborasi antara kedua pihak untuk mendorong dan mempromosikan hilirisasi produk minyak sawit berkelanjutan melalui minyak goreng merah oleh koperasi petani swadaya.
Artikel Terkait
Gali Peluang Percepatan Industri Sawit Berkelanjutan, Langkah Ini yang Diambil Pemprov Kalbar Bersama SEGAR
Segini Harga TBS Sawit Periode III Juni 2023
Kalbar Provinsi Pertama Menerapkan STDB Kebun Kelapa Sawit