PONTIANAKGLOBE -- Kementerian ESDM berharap pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN Batam dapat mengisi kebutuhan tenaga listrik 10 tahun ke depan.
Peningkatan kebutuhan tersebut akan dipasok dengan tambahan daya sejumlah 860 MW yang terdiri dari PLTS 126 MW, PLTG 50 MW, PLTGU 159 MW dan PLTMG 125 MW serta dan kerja sama antarwilayah usaha dengan PT PLN (Persero) 400 MW.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan RUPTL bisa membuat sistem tenaga listrik PT PLN Batam lebih andal untuk kebutuhan industri, bisnis, data center dan rumah tangga.
"Pada akhirnya dapat meningkatkan investasi di Batam," kata Jisman Hutajulu dikutip Pontianak Globe, Senin (29 Mei 2023).
Dilansir dari Kementerian ESDM, pasokan tenaga listrik PLN Batam bersumber dari pembangkit fosil yang terdiri dari pembangkit berbahan bakar gas sebesar 142,5 MW dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 39 MW.
Selain itu, bersumber dari pembangkit berbahan bakar gas sebesar 315,4 MW dan batu bara sebesar 99 MW bekerjasama dengan Independent Power Producer (IPP).
Artikel Terkait
PLN Bangun Pembangkit Mini Hidro di Wae Lega Kupang, Manfaat Hemat BBM dan Kurangi Emisi CO2
Gubernur Sutarmidji dan PLN Kalbar Target 305 Titik di 41 Desa di Sintang Teraliri Listrik