Pada tahun 1881, Raiffeisen mendirikan percetakan di Neuwied yang masih ada sampai sekarang, menggunakan namanya dan bergabung pada tahun 1975 dengan penerbit koperasi Jerman "Deutscher Genossenschafts-Verlag".
Raiffeisen menyatakan bahwa ada hubungan antara kemiskinan dan ketergantungan.
Untuk memerangi kemiskinan seseorang harus memerangi ketergantungan terlebih dahulu.
Berdasarkan ide ini ia datang dengan tiga formula 'S': self-help, self-governance, dan self-responsibility (dalam bahasa Jerman asli: Selbsthilfe, Selbstverwaltung, dan Selbstverantwortung).
Ketika dipraktikkan, kemandirian yang diperlukan dari amal, politik, dan rentenir dapat dibangun. ***
Artikel Terkait
Gerakan Koperasi Credit Union di Kalbar Tolak RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
Ada Lukisan Wajah Menteri Koperasi UKM Teten Masduki Dari Cat Biji Kopi di Perpustakaan Nasional
Cegah Pencucian Uang, Kementerian Koperasi Tegaskan Koperasi Simpan Pinjam Harus Join ke PPATK
Teten Masduki Menteri Koperasi dan UMK Bersikeras Larang Pakaian Impor Ilegal
Kementerian Koperasi dan UKM Target 10 Juta Pelaku UMKM Memiliki NIB