PONTIANAKGLOBE -- Sobat Globe setiap kali berkunjung ke kota-kota besar pasti menemui kedai kopi Starbucks. Ya, kedai kopi dengan ciri khas logo ada wanita mengenakan mahkota warna hijau putih itu ada saja di berbagai tempat.
Di antara anda juga mengunjungi kedai kopi tersebut sekadar untuk rapat dengan rekan kerja, bertemu teman lama, atau mengerjakan tugas kuliah dan kerjaan di sana.
Namun, ada yang sudah tahu sejarah dari kedai yang bermarkas di Seattle, Washinton Amerika Serikat tersebut.
Pontianak Globe merangkum dari berbagai sumber awal muncul kedai kopi yang memiliki 33.833 toko di 80 negera ini.
Starbucks didirikan oleh trio sekawan, Jerry Baldwin, Zew Siegl, dan Gordon Bowker di Pike Place Market atau semacam pasar tradisional, Seattle's. Ketiganya menamai toko itu Starbucks diambil dari novel klasik Moby Dick.
Dilansir dari Britannica.com, ketiga sahabat tersebut terinspirasi mendirikan kedai kopi dari imigran asal Belanda bernama Alfred Peet yang membuka toko kopi di Peet's Coffee and Tea di Berkeley, California pada 1966.
Setelah mendirikan Starbuck pada 1971, Jerry, Zew, dan Gordon bisnis mereka terus berkembang hingga pada 1980-an memiliki 4 kedai.
Seorang karyawan peralatan dapur asal Swedia, Howard Schultz kemudian tertarik bekerja di Starbuck. Dia kemudian ditugaskan bekerja di Milan, Italia pada 1983.
Di sana Howard Schultz terkesima dengan kafe-kafe kopi di Milan. Sepanjang sudut Kota Milan dihiasi cafe yang menjual kopi. Penduduk dan pelancong duduk menikmati kopi bercengkerama satu sama lain.
Howard Schultz ingin Starbuck seperti itu, tetapi Baldwin dan Bowker tidak suka dengan ide dari Howard Schultz. Sementara itu, Jerry sudah keluar dari Starbucks.
Di sini awal mula, Starbucks perlahan-lahan bisnisnya tidak berkembang. Howard Schultz keluar dari Starbuck karena Baldwin dan Bowker masih berpikir tradisional.
Howard Schultz keluar dan mendirikan kedai kopi bernama Il Giornale periode 1985 dan berkembang cepat di berbagai kota.
Tak berselang lama, Baldwin dan Bowker memutuskan menjual Starbucks pada 1987, dan Howard Schultz cepat membelinya dengan menggabungkan metode bisnis Il Giornale.
Starbucks di bawah komando Howard Schultz berkembang pesat dan melakukan go public pada 1992. Howard Schultz berkarir di Starbucks sampai CEO memiliki rantai kedai kopi hingga kini.
Artikel Terkait
8 Langkah Menyeduh Kopi agar Kamu Dapatkan Rasa Enak dan Segar
Mengenal Kopi Luwak, Kopi dengan Harga Selangit. Ternyata Permentasi di Perut Hewan Lho
Mengenal Kopi Mandailing, Salah Satu Kopi Terkenal dari Indonesia