BCA Klarifikasi Isu Akuisisi 51 Persen Saham di Era Megawati, Fakta vs Isu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 09:55 WIB
Ilustrasi logo BCA. (Dok. Pontianak Globe)
Ilustrasi logo BCA. (Dok. Pontianak Globe)

Investment Analyst Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu sentimen isu eksternal, seperti wacana pengambilalihan saham oleh pemerintah serta kasus penyebutan rekening pribadi artis yang menyorot reputasi bank.

“Dua isu ini memicu kekhawatiran jangka pendek, meski tidak terkait langsung dengan fundamental BCA,” ujar Ekky.

Baca Juga: Isi Saldo GoPay Praktis Lewat BCA Mobile dan ATM BCA: Panduan Lengkap

Secara fundamental, BCA dinilai masih solid.

Per Juli 2025, laba bersih bank induk tercatat Rp4,8 triliun (turun 2 persen YoY), sementara total laba bersih tumbuh 11 persen YoY menjadi Rp34,7 triliun, atau sudah 60 persen dari target konsensus 2025.

Menurut Ekky, koreksi saham BBCA lebih merefleksikan reaksi pasar atas isu eksternal ketimbang melemahnya kinerja.

Ia menilai peluang teknikal beli bisa muncul jika aliran dana asing kembali stabil dan sentimen mereda, meski investor tetap perlu waspada terhadap isu reputasi dan kebijakan pemerintah. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X