Terungkap Beras Medium Dilabeli dan Dijual Sebagai Beras Premium, Begini Cara Mudah Membedakannya Agar Tidak Tertipu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 27 Maret 2025 | 09:14 WIB
Foto beras - cara membedakan beras premium dan medium.  (Instagram @perum.bulog)
Foto beras - cara membedakan beras premium dan medium. (Instagram @perum.bulog)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK --Praktik curang komoditas pangan yang beredar di masyarakat kembali terkuak.

Setelah heboh kasus repacker nakal yang mengurangi volume minyak goreng MinyaKita, kini oknum pelaku usaha juga berbuat curang di sektor beras.

Baca Juga: Korlantas Optimis Kemacetan Mudik Lebaran Bisa Dikendalikan, Salah Satunya Berkat WFA ASN

Terbukti bahwa ada praktik curang membuat beras medium menjadi beras premium dengan cara menipu.

Praktik ini diungkap oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengaku telah melakukan uji sampel.

“Kami ke beberapa tempat, kami sudah ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium,” kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2025.

“Itu merugikan masyarakat, merugikan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Mentan Ungkap Praktik Curang Beras Medium Dijual Sebagai Premium, Begini Ancaman Andi Amran Sulaiman

Pasalnya, rakyat dibohongi dengan beras yang dilabeli premium ternyata berisi beras medium.

Sehingga rakyat yang telah mengeluarkan uang lebih banyak untuk berharap mendapat beras kualitas baik, menjadi dirugikan.

“Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium, isinya medium, tapi tulisnya premium karena kami sebentar lagi akan cek seluruh Indonesia,” ujarnya.

Untuk menghindari jadi korban curang beras premium abal-abal ini, ada beberapa tips untuk membedakannya dengan beras premium asli.

Baca Juga: Mentan Tegas Peringatkan Pelaku Usaha Curang, Beras Medium Diberi Label Premium, 'Kami Akan Cek Seluruh Indonesia!'

Pada beras premium dan beras medium keduanya memiliki derajat sosoh (terlepasnya kulit ari pada beras) yang sama,yaitu sebesar 95%, dengan kadar air maksimal sebanyak 14%.

Perbedaan yang jelas terlihat dari kedua kelas beras tersebut ada pada kualitas tampilan beras, yaitu utuh dan patah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X