Prabowo Optimis Indonesia Tak Akan Impor Beras pada 2025, Ternyata Ini Alasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 3 Desember 2024 | 08:05 WIB
Petani menolak impor beras karena merugikan mereka . Saat ini Jabar dan Jatim surplus beras (Sumber foto: Direktorat Jenderal Perkebunan)
Petani menolak impor beras karena merugikan mereka . Saat ini Jabar dan Jatim surplus beras (Sumber foto: Direktorat Jenderal Perkebunan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan harapannya bahwa Indonesia tidak akan mengimpor beras pada tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin, 2 Desember 2024.

Baca Juga: MANTAP Jiwa! Bansos Beras Bulog 10 Kg Cair Lagi September 2023, Pemerintah Bagikan Ke 21,3 Juta KPM!

“Saya sangat yakin dan optimis bahwa pada tahun 2025, kita tidak akan lagi impor beras. Bahkan, cadangan beras kita akan cukup,” ujar Prabowo.

Keyakinan tersebut berdasarkan peningkatan produksi pangan yang telah terjadi.

“Produksi pangan kita terus naik, dan cadangan pangan kita mungkin yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Saya kira sekarang sudah mendekati 2 juta ton,” tambahnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa pencapaian ini terwujud berkat kerja sama antara berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet dan kepala badan yang telah bekerja keras.

Baca Juga: Bantuan Beras Bulog 10 Kg Cair 3 Kali 2023, KPM Lansung Ambil di Kantor Pos Bawa KTP, Simak Cara Cek Bansos!

"Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta timnya, Bulog, Badan Pangan Nasional, serta seluruh pihak terkait, termasuk Menteri BUMN dan BUMN di bawah pengawasannya. Terima kasih atas langkah-langkah yang telah kita lakukan pada akhir tahun 2024 ini," tutur Prabowo.

Swasembada pangan menjadi salah satu program unggulan dalam pemerintahan Prabowo.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan ketersediaan cadangan beras yang cukup di dalam negeri.

Selain itu, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan-kebijakan pro-rakyat yang telah dilaksanakan, seperti penurunan harga tiket menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), penghapusan utang macet untuk UMKM, serta peningkatan upah minimum pekerja. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X