Kisah Sukses Petani Salak Pondoh di Desa Kutambaru, Raih Omzet Puluhan Juta Setelah Dapat Dukungan BRI

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 10:28 WIB
BRI menggelar Bazaar UMKM BRILiaN di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (18.10/2024). Satu di antara pesertanya Kelompok Tani Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Mereka sukses membudidayakan produk unggulan, salak pondoh berkat dukungan BRI. (Dok. Pontianak Globe)
BRI menggelar Bazaar UMKM BRILiaN di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (18.10/2024). Satu di antara pesertanya Kelompok Tani Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Mereka sukses membudidayakan produk unggulan, salak pondoh berkat dukungan BRI. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha dan penjualan produk mereka.

Salah satu inisiatifnya adalah dengan menyelenggarakan Bazaar UMKM BRILiaN di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Baca Juga: UMKM Keripik Ubi Jalar Kubu Raya Ikut Bazaar UMKM BRILiaN di Jakarta, Dampak Positif Dukungan BRI untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Berbagai UMKM dari klaster binaan BRI turut berpartisipasi dalam acara ini, termasuk Kelompok Tani Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kelompok ini membawa produk unggulan mereka, yaitu salak pondoh.

Wulan, salah satu anggota kelompok tersebut, menjelaskan bahwa salak pondoh tumbuh subur di Desa Kutambaru dan menjadi produk utama bagi masyarakat setempat.

“Sejak tahun 2005, mayoritas warga di kampung kami mulai menanam salak. Kini, hampir seluruh warga menjadi petani salak,” ungkapnya dalam wawancara di acara Bazaar UMKM BRILiaN.

Baca Juga: Corelab di FISIP Undip, Promedia dan BRI Dorong Kreator Konten Mandiri Secara Ekonomi

Salak yang manis dan berkualitas ini telah membawa dampak positif bagi perekonomian Desa Kutambaru.

Selain membantu para petani, usaha budidaya salak pondoh juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan harga jual antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram, salak pondoh dari Desa Kutambaru semakin dikenal di pasar lokal dan regional.

Mayoritas konsumen berasal dari dalam negeri, seperti Aceh, namun produk ini juga diekspor ke Malaysia dan Thailand.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Keripik Pisang 'Njik Njik' Bakauheni Lampung, Berkembang Pesat dengan Dukungan BRI

Setiap dua minggu sekali, kelompok ini mampu memanen 1-1,5 ton salak, dengan omzet mencapai Rp30 juta per bulan.

Wulan juga menceritakan bahwa kelompok tani mereka pertama kali berhubungan dengan BRI pada tahun 2010 melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X