Cerita Sukses Petani Durian Pekalongan, Dapat Modal BRI dan Raih Pasar Nasional

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 11:31 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Dok. Pontianak Globe)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu inisiatif yang sukses dijalankan adalah pemberdayaan kelompok petani durian di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Baca Juga: BRI Jadi BUMN Penyumbang Dividen Terbesar, Raih Dua Penghargaan di The Asian Post Awards 2024

Durian lokal dari desa ini dikenal memiliki kualitas unggul.

Sejak tahun 2020, Ketua Klaster Durian Lemahabang, Ahmad Baehaqi, memimpin upaya persilangan durian lokal dengan varietas premium seperti Bawor, Musang King, dan Super Tembaga.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas durian baik dari segi rasa, tekstur, maupun daya tahan buah.

“Persilangan ini bertujuan agar durian lokal bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional, sehingga bisa mendongkrak pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Baehaqi saat menghadiri Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, Jumat (18/10).

Baca Juga: BRI Bawa 5 UMKM ke Pameran Internasional Amazing Indonesia di Jeddah, Semakin Sukses Membuat Usaha Mikro go Global

Klaster Durian Lemahabang, yang terdiri dari 70 petani, mampu memanen durian hingga tiga kali setahun.

Setiap kali panen, produksi durian bisa mencapai 5 ton, dengan distribusi sekitar 7.000 buah per hari.

Harga jual durian berkisar Rp50.000 per kilogram, yang sudah menarik pelanggan tetap dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Banyuwangi.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi modal awal bagi Baehaqi.

“Dengan bantuan KUR BRI, saya bisa membeli buah dan menyewa lahan. Sekarang, saya sudah punya lahan sendiri seluas 5 hektar,” ujarnya.

Baehaqi juga merasakan manfaat besar dari partisipasinya di berbagai bazaar UMKM yang diselenggarakan BRI.

Pada event terbarunya di Kantor Pusat BRI, ia berhasil menjual 400 butir durian seberat 800 kilogram hanya dalam waktu tiga jam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X