Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terkait Budidaya Kratom di Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 21 Juni 2024 | 05:00 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (BPMI Setpres)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 20 Juni 2024.

Fokus rapat ini adalah membahas potensi budidaya kratom di Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kualitas produksi tanaman yang mengalami penurunan harga signifikan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya setelah rapat, menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengatur regulasi terkait budidaya kratom di Indonesia.

Baca Juga: Moeldoko Mendorong Percepatan Riset Kratom untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi

Hal ini penting untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kualitas tanaman kratom yang saat ini harganya menurun drastis akibat berbagai faktor seperti kualitas dan distribusi.

“Saran kami nanti mungkin kalau ini regulasinya sudah diatur mungkin kita budidayakan ke depan supaya nilai ekonomisnya, kualitasnya, dan seterusnya bisa meningkat karena harga sekarang ini turun drastis karena banyak faktor: kualitasnya, kemudian distribusinya, dan seterusnya,” ujar Mentan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Mentan juga menambahkan bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk mengelola kratom di bawah Kementerian Pertanian dengan membentuk korporasi.

Dengan korporasi ini, diharapkan kualitas dan kontinuitas produksi kratom bisa dipertahankan, yang menjadi syarat utama untuk meningkatkan ekspor dan kesejahteraan petani.

Baca Juga: 7 Hal Menarik Mengenai Daun Kratom yang Tidak Banyak Diketahui

“Kalau ada koperasi yang mengelola ini kita korporasikan sehingga kualitasnya terjamin, kuantitasnya terjamin, karena itu syarat untuk ekspor. Kalau kualitasnya terjamin, pasti otomatis meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ungkap Mentan.

Dalam rapat tersebut, Presiden dan para menteri juga membahas tentang prospek ekspor kratom yang saat ini harganya menurun drastis menjadi 2 hingga 5 dolar per unit, dari sebelumnya mencapai 30 dolar.

Pemerintah berharap dengan regulasi yang tepat, budidaya kratom bisa diorganisasi lebih baik melalui korporasi sehingga bisa menghasilkan produk berkualitas dan stabil dalam pasokan.

Baca Juga: Kemendag RI dan Badan Karantina Tak Sependapat Ekspor Kratom, Ini Alasan Mengapa Indonesia Larang Ekspor

“Yang terpenting kuantitasnya, dalam hal ini kuantumnya, kemudian kualitasnya sehingga dulu harga 30 dolar, sekarang jatuh sampai 2 dolar, 5 dolar, nah ini jatuh terlalu rendah,” ucap Mentan.

Aturan teknis terkait budidaya kratom juga diharapkan segera ditetapkan untuk memfasilitasi proses budidaya yang lebih terstruktur dan produktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X