PONTIANAKGLOBE.COM -- Musim hujan bisa membuat sepeda motor lebih rentan mengalami kerusakan.
BACA JUGA: Limbah Cair Gambir Untuk KainTenun Lebih Cuan Dibandingkan Warna Sintetis
BACA JUGA: 10 Alasan Memilih Handphone Android daripada Iphone
Beberapa bagian sepeda motor yang rawan rusak saat musim hujan adalah sebagai berikut:
- Sistem kelistrikan: Sistem kelistrikan pada sepeda motor, seperti busi dan kabel-kabel, dapat terkena air hujan dan mengalami kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan mesin tidak dapat dihidupkan atau mogok saat berkendara.
- Ban: Ban menjadi lebih rawan terkena licin saat musim hujan, terutama jika kondisi tapak ban sudah aus. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan traksi dan kontrol pada sepeda motor, sehingga lebih rentan terjadi kecelakaan.
- Rem: Sistem rem pada sepeda motor juga menjadi lebih rawan terkena air hujan, sehingga mengurangi kinerjanya. Rem menjadi lebih sulit ditekan dan butuh jarak pengereman yang lebih panjang untuk menghentikan sepeda motor.
- Kelistrikan lampu: Lampu pada sepeda motor dapat mengalami kerusakan karena terkena air hujan, sehingga dapat mengurangi visibilitas pengendara saat berkendara di malam hari atau saat cuaca buruk.
- Rantai: Rantai pada sepeda motor dapat lebih mudah berkarat dan cepat aus pada musim hujan, sehingga membutuhkan perawatan dan pelumasan yang lebih sering.
- Pelindung motor: Bagian pelindung pada sepeda motor, seperti spakbor dan cover engine, dapat terkikis dan berkarat akibat terkena air hujan dan kotoran. Hal ini dapat memperburuk kerusakan pada bagian lainnya pada sepeda motor.
Oleh karena itu, penting bagi pengendara sepeda motor untuk melakukan perawatan yang lebih baik pada sepeda motornya saat musim hujan, seperti rutin melakukan servis, memeriksa kondisi ban dan sistem rem, serta melengkapi sepeda motor dengan perlengkapan pelindung yang tepat.
Musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara motor.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperiksa dan disiapkan sebelum berkendara di musim hujan:
- Kondisi ban: Pastikan ban motor dalam kondisi baik dan masih memiliki kedalaman tapak yang cukup agar tetap dapat menempel dengan baik pada jalan yang licin. Jika tidak, ganti dengan ban baru yang memiliki tapak yang dalam.
- Rem: Pastikan sistem rem dalam kondisi baik, khususnya rem cakram. Jika terdapat tanda-tanda aus atau sistem rem tidak merespon dengan baik, segera ganti atau perbaiki sistem rem.
- Kondisi kelistrikan: Pastikan sistem kelistrikan motor dalam kondisi baik, seperti lampu utama, lampu belakang, dan lampu sein. Hal ini penting agar dapat melihat dan dilihat dengan jelas saat berkendara di kondisi cuaca yang buruk.
- Pelindung motor: Gunakan pelindung motor seperti spakbor, cover engine, dan footstep. Hal ini dapat membantu mencegah air hujan dan kotoran memasuki bagian-bagian sensitif pada motor.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang sesuai dan dapat melindungi dari air hujan, seperti jaket dan celana hujan, serta sepatu yang anti air. Hal ini akan membantu menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara di kondisi cuaca buruk.
- Jalur berkendara: Pilihlah jalur yang lebih aman dan kurangi kecepatan saat berkendara di kondisi hujan. Hindari jalur yang tergenang air atau berlumpur.
Demikianlah beberapa hal yang perlu diperiksa dan disiapkan sebelum berkendara di musim hujan. Selalu jaga keselamatan dan berhati-hati saat berkendara di kondisi cuaca yang buruk. ***
Ikuti berita terupdate dari Pontianak Globe dengan mengikuti Google News