PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Meskipun sulit, deteksi konten deepfake, seperti video pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbahasa Mandarin, yang merupakan karya kecerdasan buatan (AI), masih bisa dilakukan dengan berbagai teknik, salah satunya melalui watermark.
Baca Juga: Suhartoyo Dilantik Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, Mengapa Anwar Usman Absen?
Lalu, bagaimana cara agar tidak terkecoh oleh konten hasil polesan teknologi deepfake?
Damon Hakim, Managing Partner Red Asia, perusahaan teknologi berbasis AI, menjelaskan bahwa dengan berkembangnya teknologi AI, masyarakat harus bersikap jeli ketika menerima informasi, baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, suara, maupun video.
"Tips untuk pengguna adalah memastikan bahwa apa yang dibaca, didengar, maupun ditonton di internet, terlepas dari apakah itu deepfake atau tidak, kita harus menyadari bahwa ini datang dari sumber yang mungkin tidak kita ketahui," kata Hakim saat peluncuran tiga layanan AI redAI for Indonesia, Rabu, 1 November 2023.
Hakim menekankan bahwa masyarakat harus memiliki filter sendiri untuk memastikan agar tidak mudah menerima informasi, terutama jika sumbernya tidak jelas.
Baca Juga: Google Buka Suara, Tanggapi Isu YouTube Mau Jadi e-Commerce di Indonesia
Informasi yang sah biasanya diunggah di media sosial resmi atau diliput oleh media massa.
Walaupun teknologi terus berkembang, Hakim mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi pisau bermata dua.
Oleh karena itu, masyarakat harus lebih kritis terhadap suatu konten yang sedang viral di media sosial.
"Ikuti aturan mainnya. Teknologi itu seperti pisau bermata dua. Ada cara yang benar dan salah untuk menggunakan alat tersebut, tergantung pada penggunaannya," kata Hakim.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan bahwa video Jokowi yang berbicara bahasa Mandarin masuk kategori disinformasi dan dibuat menggunakan teknologi deepfake.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, video tersebut merupakan hasil editan yang menyesatkan, diolah dengan menggunakan kecerdasan buatan atau AI deepfake.
Artikel Terkait
Fitur AI Chip di Lenovo Yoga Slim 71 Carbon Pilihan Tepat Bagi Penyuka Rapat Zoom
Kamar Dagang Malaysia dan China Tekan MoU Kerjasama Minyak Sawit, Dorong Penggunaan CPO Dengan AI
Media Online di Kuwait Memperkenalkan Presenter Virtual Dengan Kecerdasan AI
Etika Algoritma: Merajut Etika dalam Pusaran AI
Mengenal 'Grok', Bot AI Terbaru dari Elon Musk, Catat Kapan Kamu Mulai Bisa Gunakan
5 Perbedaan Mendasar Antara Chatbot AI Grok dan ChatGPT yang Perlu Anda Ketahui
Peluang Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme Lingkungan