Google Buka Suara, Tanggapi Isu YouTube Mau Jadi e-Commerce di Indonesia

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Senin, 13 November 2023 | 11:47 WIB
Ilustrasi cara mengaktifkan fitur AI Search Generative Experience di Google. (Freepik)
Ilustrasi cara mengaktifkan fitur AI Search Generative Experience di Google. (Freepik)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, memberikan tanggapan mengenai isu rencana YouTube untuk menghadirkan layanan e-commerce di Indonesia.

Baca Juga: Ini Solusi Indosat Ooredoo Hutchison dan Google Dengan iDA Atasi Pengolahan Data Pelanggan Pebisnis.

Randy menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses kajian, terutama mengingat regulasi perdagangan daring baru saja direvisi melalui Peraturan Menteri Perdagangan nomor 31 tahun 2023 pada akhir Oktober.

"Karena [aturan] Kemendag itu baru ada di akhir Oktober, ya cukup baru. Jadi jujur saja kami juga masih menganalisis aturan dari Kemendag-nya, detail dan sebagainya. Jadi masih di fase menganalisis," kata Randy di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa, 7 Novemver dikutip dari Antara.

Baca Juga: Apa itu Local News Foundry Google ? Meningkatkan Pengunjung Situs dan Monetisasi Media Lokal

Ketika ditanya apakah YouTube akan merilis fitur berbelanja daring di Indonesia, Randy menegaskan bahwa mereka belum memiliki rencana untuk menambahkan fitur tersebut saat ini.

"Seperti yang saya paparkan, untuk sekarang memang masih belum ada rencana untuk menambahkan fitur-fitur baru seperti shopping di YouTube," tegasnya.

Baca Juga: Ulang Tahun Google ke-25 Tahub Hari ini, Berikut Pernyataan Resmi Kilas Baliknya!

Meskipun fitur berbelanja daring di YouTube bukan hal baru dan telah hadir di 80 negara termasuk Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura, aturan baru dalam Permendag nomor 31 tahun 2023 membuat layanan TikTok Shop dihentikan di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi juga memberikan komentarnya terkait rencana beberapa platform media sosial, termasuk YouTube, yang ingin menyajikan layanan e-commerce di Indonesia.

Baca Juga: Apakah Saldo Google Survei Berhadiah Bisa Hangus ? Berapa Lama Masa Berlaku Saldo Google Survei Berhadiah ?

Budi menyatakan bahwa pemerintah mendukung iklim usaha di dalam negeri, namun meminta agar semua platform mematuhi aturan yang berlaku, khususnya dalam memisahkan media sosial dan e-commerce.

Sebelumnya, laporan Reuters menyebut bahwa TikTok dan YouTube sedang mempertimbangkan untuk mendaftarkan lisensi sebagai e-commerce.

Baca Juga: Cara Menarik Uang Google Survei Berhadiah Lewat Paypal Sebelum Transfer ke Rekening Bank

TikTok disebut tengah menjajaki kerjasama dengan pemain e-commerce lokal, termasuk Tokopedia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X