Itulah deretan 10 klub bola besar Eropa yang berduka atas peristiwa Kanjuruhan yang menewaskan sampai 182 orang.
Gas Air Mata
Seperti diketahui kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.
Kerusuhan berawal dari para suporter Arema FC yang tidak terima klub kesayangannya itu kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Para Suporter Arema FC turun ke lapangan yang mengakibatkan bentrokan terjadi dengan aparat, para aparat tidak bisa memukul mundur suporter Arema FC akhirnya menembakkan gas air mata.
Setelah gas air mata ditembakkan, muncul kepanikan dari para suporter hingga menewaskan 182 orang. Data tersebut per Minggu, 2 Oktober 2022 sore saat artikel ini dimuat. (M. Naufal Pratama/Hops.id)
Artikel Terkait
127 Orang Meninggal saat Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang. Media Inggris Ikut Memberitakan dan Ucapkan Duka
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita atas Kerusuhan di Kanjuruhan, Siap Beri Santunan dan Buat Crisis Centre
Kerusuhan di Kanjuruhan Terparah Dalam Jumlah Korban Jiwa. Bahkan Dibandingkan Tragedi Heysel dan Hillsborough
PSSI Sanksi Arema FC Tak Boleh Jadi Tuan Rumah Liga 1, Buntut Rusuh di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 153 Orang
Timeline: Kerusuhan Besar di Stadion Sepak Bola Selama 40 Tahun Terakhir Menelan Banyak Korban Termasuk Malang
Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang karena Terinjak-injak ketika Arema FC Bertemu Persebaya di Liga 1
Korban Tewas di Stadion Kanjuruan Akibat Terinjak-injak. LBH Sayangkan Penggunaan Gas Air Mata