PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, menelan korban jiwa tak sedikit.
Kerusuhan terjadi saat Arema FC bertemu Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022 pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Jika sebelumnya disebutkan ada 127 orang meninggal dunia. Namun, informasi yang diperoleh Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebutkan hingga Minggu pagi, 2 Oktober 2022, terdapat 153 orang meninggal dunia.
Tragedi dalam dunia sepak bola ini tentu saja membuat kita berduka.
Sepak bola yang seharunsya menjadi tempat healing dan hiburan, menjadi ajang yang menelan korban jiwa.
Pemerintah harus mengevaluasi kegiatan olahraga sepak bola.
Kemudian menghukum pihak yang bersalah, serta membeikan sanksi sesuai aturan kepada pihak-pihak yang lalai sehingga tragedi ini terjadi.
Dari info yang diperoleh, ada satu keluarga yang menjadi korban. Kemudian apa pula pihak keamanan, dalam hal ini polisi yang menjadi korban tewas.
BACA JUGA: Denise Chariesta Ungkap Sosok R Tak Hanya Sekali Punya Kekasih Gelap, tapi Sudah Sering
Pontianak Globe mengutip Suara Merdeka, dalam berita yang berjudul: Ironi Sepak Bola Indonesia: Kerusuhan Arema Vs Persebaya Lebih Parah dari Tragedi Heysel dan Hillsborough, menyebutkan kerusuhan di Kanjuruhan bisa dibilang lebih parah jika dibandingkan dengan tragedi Hillsborough ataupun Heysel yang sebelumnya sudah melegenda.
Di sepak bola, kerusuhan suporter adalah hal yang lazim terjadi, namun bisa dibilang jika kerusuhan di Kanjuruhan adalah yang terparah saat ini, jika menilik jumlah korban.
Bahkan, kerusuhan di Kanjuruhan ini bisa dibilang lebih parah jika dibandingkan dengan tragedi Hillsborough ataupun Heysel yang sebelumnya sudah melegenda.
Dikutip dari berbagai sumber, Tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions (saat ini Liga Champions).
Peristiwa ini merupakan sejarah buram dunia sepak bola Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Tragedi bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan.
Artikel Terkait
Mengenal La’eeb, Maskot Piala Dunia Qatar 2022. Apakah Itu Penutup Kepala Orang Timur Tengah
Punggawa Manchester City Mirip Pirlo, Kalvin Phillips Diragukan Bela Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar
David Beckham dan Peyton Manning Dibayar Rp 165 Miliar untuk Bintangi Iklan di Piala Dunia Qatar 2022
127 Orang Meninggal saat Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang. Media Inggris Ikut Memberitakan dan Ucapkan Duka
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita atas Kerusuhan di Kanjuruhan, Siap Beri Santunan dan Buat Crisis Centre