PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG - Sedikitnya 129 orang tewas dan 180 lainnya luka-luka setelah kekerasan dan desak-desakan meletus setelah pertandingan sepak bola liga Indonesia. Demikian The Guardian memberitakan.
The Guardian melaporkan, rival abadi Arema FC dan Persebaya Surabaya bentrok setelah Arema FC dikalahkan 3-2 pada pertandingan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pendukung dari pihak yang kalah menyerbu lapangan dan pihak berwenang menembakkan gas air mata, yang menyebabkan kerumunan massa berdesak-desakan dan kasus mati lemas, kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.
BACA JUGA: Astaga! Rizky Billar Gali Lobang Kubur Sendiri. KPI Larang Pelaku KDRT Tampil di Televisi
BACA JUGA: Denise Chariesta Ungkap Sosok R Tak Hanya Sekali Punya Kekasih Gelap, tapi Sudah Sering
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menyebutkan sebanyak tiga puluh empat orang meninggal di Stadion Kanjuruhan dan sisanya di rumah sakit, dan 180 luka-luka, katanya. Dua petugas polisi termasuk di antara yang tewas.
"Mereka keluar ke satu titik di pintu keluar, lalu terjadi penumpukan, dalam proses akumulasi ada sesak napas, kekurangan oksigen," kata Irjen Pol Nico Afinta.
Seorang juru bicara polisi kemudian menyebutkan jumlah korban tewas di 129 dalam salah satu bencana stadion olahraga paling mematikan di dunia. Seorang direktur rumah sakit mengatakan kepada TV lokal bahwa satu korban berusia lima tahun.
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan jumlah penonton melebihi kapasitas stadion Kanjuruhan.
Dia mengatakan dalam sebuah posting Instagram pada hari Minggu, 2 Oktober 2022 bahwa 42.000 tiket telah dikeluarkan untuk stadion yang memiliki kapasitas untuk menampung 38.000 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, sebelumnya mengatakan, petugas masih mendata jumlah korban luka.
“Korban meninggal karena kekacauan, kepadatan, terinjak-injak dan mati lemas,” kata Wiyanto, menambahkan bahwa yang terluka dirujuk ke rumah sakit setempat yang berbeda.
BACA JUGA: Heboh…Denise Chariesta Selingkuhan Suami Seorang Artis. Gue Orang Ketiga, Bukan Pelakor
Perkelahian kabarnya dimulai saat ribuan suporter Arema FC berhamburan ke lapangan. Pemain Persebaya langsung meninggalkannya namun beberapa pemain Arema FC yang masih berada di lapangan juga ikut diserang.
Artikel Terkait
127 Orang Meninggal saat Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang. Media Inggris Ikut Memberitakan dan Ucapkan Duka
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita atas Kerusuhan di Kanjuruhan, Siap Beri Santunan dan Buat Crisis Centre
Kerusuhan di Kanjuruhan Terparah Dalam Jumlah Korban Jiwa. Bahkan Dibandingkan Tragedi Heysel dan Hillsborough
PSSI Sanksi Arema FC Tak Boleh Jadi Tuan Rumah Liga 1, Buntut Rusuh di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 153 Orang
Timeline: Kerusuhan Besar di Stadion Sepak Bola Selama 40 Tahun Terakhir Menelan Banyak Korban Termasuk Malang