Seperti biasanya, kedatangan Uskup Agustinus adalah simbolisasi dari perhatian orangtua yang diwakilkan oleh sosok Uskup Agung Pontianak.
Baik dalam homili maupun sambutannya, Uskup Agustinus menegaskan bahwa mereka tidak sendiri, di sini adalah kesempatan mereka untuk mengkoreksi diri dan merubah diri untuk menjadi pembawa damai kelak mereka bebas dari masa binaan.
Uskup Agustinus menitikberatkan pentingnya hidup bersaudara, saling mendukung dan saling mendoakan merupakan kunci yang paling ampuh dalam mengobati luka-luka lalu yang mereka alami.
Gadis-gadis muda yang cantik, ibu rumah tangga bahkan ada yang sebelumnya bekerja di pemerintahan berkumpul dalam satu keluarga baru di Lapas Perempuan.
Keberagaman di sana memberikan corak warna sekaligus menggambarkan betapa pentingnya hidup bersaudara dan saling mendukung.
Sebagaimana Uskup Agustinus sampaikan dalam homilinya, dimana tiga raja dari timur datang mengunjungi Bayi Yesus dan pulang lewat jalan lain, dalam hal itu Uskup Agustinus memaknainya datang kepada Yesus untuk memulai cara hidup baru.
Demikianlah simbolisasi yang Uskup Agus sampaikan agar menjadi semangat baru dan setidaknya menjadi pemerenungan untuk anak-anak nya di Lapas Perempuan.
"Saya datang mewakili orang tua kalian, jangan takut dan jangan merasa sendiri, saya ada disini, sebab kalian semua anak ku juga. Jika ada waktu pasti saya kunjungi dan beri penghiburan," tutur Uskup Agustinus sembari mengusap air matanya.
Pelayanan Luar Biasa
Untuk pertama kalinya, seorang Kepala Lapas berjoget bersama dengan warga binaan perempuan dan untuk pertama kalinya Uskup Agustinus menemui sosok keibuan seperti Kepala Lapas Perempuan Pontianak R Tarbiati.
Ia adalag seorang Muslim, berdarah Sambas turut bergoyang ria saat Uskup Agus menyanyikan lagu Sakit Gigi- Meggy Z diikuti oleh keriuhan warga binaan seusai misa.
Pengakuan para warga binaan, sejak kedatangan R Tarbiati mereka merasa ada Bunda baru yang betul-betul peduli dengan mereka selama menjalani masa binaan di Lapas Perempuan.
R Tarbiati mengungkapkan kekagumannya pada Uskup Agustinus yang sering ia panggil Pak Agus Agung dalam sambutannya yang gokil itu.
Sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas II A, R Tarbiati mengucap syukur bahwa Pak Agung alias Uskup Agustinus betul-betul peduli dengan perkembangan mental dan kerohanian warga binaannya.
Artikel Terkait
3 Anggota Ordo Kapusin Pontianak Ditahbiskan Diakon, Begini Pesan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus
Romo Robini Beberkan Peran Uskup Agung Mgr Agustinus Dibalik Berdirinya Unika Santo Agustinus Hippo
Tiba di Kalbar Dubes Vatican untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo Disambut Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus
Uskup Agung Pontianak Lantik DPP Paroki Pemangkat. Mgr Agustinus Agus Bangga dengan Umat
Pesan Natal 2022 Uskup Agung Pontianak: Kita Semua Dipanggil untuk Menjadi Sahabat