Santo Charles Garnier SJ, Satu dari 8 Martir Kanada, Ouracha Pembawa Hujani bagi Indian Huron

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:27 WIB
Lukisan yang menggambarkan saat Santo Charles Garnier SJ dibunuh suku Indian di Kanada. Ia merupakan satu dari 8 Martir Kanada. Santo Charles Garnier SJ diberi gelar Ouracha atau Pembawa Hujani oleh Indian Huron. (net)
Lukisan yang menggambarkan saat Santo Charles Garnier SJ dibunuh suku Indian di Kanada. Ia merupakan satu dari 8 Martir Kanada. Santo Charles Garnier SJ diberi gelar Ouracha atau Pembawa Hujani oleh Indian Huron. (net)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Satu di antara Delapan Martir Kanada adalah Santo Charles Garnier SJ. Hari ini, setiap tanggal 19 Oktober umat Katolik merayakan pesta bagi para kudus tersebut.

Santo Charles Garnier SJ berasal dari keluarga bangsawan yang kaya.

Ayahnya adalah Jean Garnier, sekretaris Raja Henri III dari Perancis, dan ibunya bernama Anne de Garault.

Ia masuk seminari Serikat Jesus di Clermont Perancis pada tahun 1624 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1635.

Pada tahun 1636, Pater Garnier ditugaskan untuk menjadi seorang misionaris di New France (Kanada).

Awalnya sang ayahnya berusaha melarang Charles untuk menjadi missionaris di Kanada.

Santo Charles Garnier SJ, satu dari delapan martir Kanada yang perayaannya dirayakan setiap 19 Oktober 2022.
Santo Charles Garnier SJ, satu dari delapan martir Kanada yang perayaannya dirayakan setiap 19 Oktober 2022. (net)

Ia tahu bahwa sebagai seorang missionaris, Charles akan menghadapi barbagai resiko berbahaya bahkan resiko kematian.

Namun setelah melihat semangat missionaris yang dalam diri anaknya, Jean Garnier akhirnya merelakan Charles menjalani panggilan hidupnya sebagai missionaris di dunia baru Kanada.

Charles Garnier tiba di Kanada pada tahun 1636 dan segera ditempatkan di misi Huron bersama dengan sesama imam Jesuit perancis, Pierre Chastellain SJ.

Ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai misionaris di antara suku Indian Hurons. 

Bagi suku Hurons, Charles dijuluki sebagai "Ouracha", atau "pembawa hujani", setelah kedatangannya diikuti oleh hujan lebat yang mengakhiri kekeringan yang berkepanjangan di daerah tersebut.

Kemajuan suku Huron dibawah bimbingan para missionaris mendatangkan iri hati dari Suku Iroqouis.

Mereka menganggap para missionaris kulit putih adalah para tukang sihir yang berkerja bagi suku Huron dan mendatangkan kutukan wabah penyakit bagi mereka.

Pada tahun 1649 Suku Iroqouis menyerang suku Huron yang menampung para “tukang sihir kulit putih”.

Pada bulan Maret 1649, seorang missionaris Perancis bernama Jean de Brébeuf SJ, tewas dibantai suku Iroqouis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id, katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X