Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:36 WIB
Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik. Ia lahir di di Ripon, Northumbria, Inggris pada tahun 643. Hari ini 12 Oktober umat Katolik merayakannya. (net)
Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik. Ia lahir di di Ripon, Northumbria, Inggris pada tahun 643. Hari ini 12 Oktober umat Katolik merayakannya. (net)

Karena pandai dalam hukum dan tata cara liturgi Romawi, Raja Alcfridus dari Deira memberinya dana untuk mendirikan sebuah biara baru di Ripon.

Dari biara inilah ia menerapkan aturan hidup membiara Santo Benediktus yang dikenalnya ketika belajar di Roma.

Tak lama kemudian, ia ditahbiskan menjadi imam oleh Santo Agilbertus, seorang uskup berkebangsaan Prancis yang bekerja di wilayah Saxon Barat.

Di Inggris bintang Wilfridus semakin bersinar terang.

Situasi Gereja pada masa itu kacau balau karena perpecahan di kalangan umat.

Oleh karena itu sebuah sinode diselenggarakan di Whitby, tepatnya di biara Santa Hilda, untuk menyelesaikan pertikaian pendapat antara kelompok yang mengikuti kebiasaan liturgi Keltik dan kelompok yang mau mengikuti tata cara liturgi Romawi.

Kebiasaan liturgi Keltik telah menyebarluas dan dipraktikkan di semua wilayah Inggris dan berbeda sekali dengan tata cara liturgi Romawi dalam hal-hal seperti: tanggal hari raya Paskah, Upacara Permandian, dan upacara-upacara lainnya.

Wilfridus dengan gigih memperjuangkan penerimaan dan pemakaian tata cara liturgi Romawi.

Ia berhasil mempengaruhi Raja Oswy dan mendesak dia untuk mengakui dan menerapkan di seluruh Inggris aturan liturgi yang berlaku di seluruh Gereja Latin.

Pada tahun yang sama (664), Wilfridus ditahbiskan menjadi uskup untuk dioses York di Compiegne, Prancis oleh Santo Agilbertus.

Tetapi karena ia terlambat datang ke York setelah pentahbisannya, Raja Oswy mempercayakan keuskupan York kepada Chad.

Wilfridus tidak mau mempermasalahkan hal ini; sebaliknya ia pergi ke biara Ripon sampai Santo Theodor, Uskup Canterbury, mendesak Chad turun dari takhta pada tahun 669.

Sejak itu, Wilfridus menduduki takhta keuskupan York dan giat melaksanakan tugas kegembalaannya.

Ia giat memperkenalkan dan menerapkan tata cara liturgi Romawi di seluruh keuskupannya.

Tetapi dalam usahanya itu, ia terus menerus menghadapi berbagai masalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X