Santo Daniel dkk, Martir Fransiskan yang Pertahankan Iman di Maroko

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 10 Oktober 2022 | 15:07 WIB
Santo Daniel dkk, orang kudus yang diperingati umat Katolik setiap tanggal 10 Oktober. Mereka dibunuh di Maroko. (net)
Santo Daniel dkk, orang kudus yang diperingati umat Katolik setiap tanggal 10 Oktober. Mereka dibunuh di Maroko. (net)

PONTIANAKGLOBE.COM - Hari ini, 10 Oktober umat Katolik di dunia merayakan sejumlah santo atau orang kudus.

Para orang kudus tersebut adalah Santo Daniel dan kawan-kawan.

Kemudian Santo Paulinus dari York, Uskup dan Pengaku Iman.

Ketiga adalah, Santo Gregorios Penerang dari Armenia. Dia adalah pendiri Gereja Armenia.

Artikel ini akan mengulas tentang bagaimana Santo Daniel dkk yang mempertahankan imannnya.

Dikutip dari www.imankatolik.or.id, penyebaran iman Kristen tidak terlepas dari pengejaran dan penganiayaan terhadap para penyebarnya.

Moroko adalah negeri yang banyak juga menumpahkan darah para martir.

Pada tahun 1220 tercatat lima orang misionaris dari Ordo Fransiskan, martir-martir perintis pewartaan Injil di Moroko dibunuh oleh orang-orang Islam Moroko.

Tujuh tahun kemudian 6 orang misionaris Fransiskan diutus lagi ke sana untuk mewartakan Injil. Mereka itu ialah Samuel, Angelo, Leo, Domnus, Nicholas dan Hugolino.

Mereka berangkat ke Moroko melalui Spanyol.

Di Spanyol keenam misionaris itu bergabung dengan Daniel, seorang bruder yang diutus mewakili provinsi Gerejawi Calabria.

Di bawah pimpinan bruder Daniel, keenam misionaris Fransiskan itu tiba di Moroko pada 20 September 1227.

Mereka melanjutkan perjalanan ke Ceuta, sebuah kota perdagangan yang dihuni oleh orang-orang Eropa.

Di Ceuta mereka mulai mewartakan Injil di jalan-jalan, terutama di tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul.

Mereka berhasil mempertobatkan sejumlah besar orang. Timbullah kekacauan di kota itu sehubungan dengan kegiatan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X