Santo Eduardus, Raja Inggris dan Pengaku Iman

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:47 WIB
St Edward the Confessor (net)
St Edward the Confessor (net)

Tahun 1617 dinyatakan sebagai 'santo'; dua tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke biara Westminster oleh Santo Thomas Becket.

Dikasihi Warga Inggris
Raja St Edward adalah seorang yang paling dikasihi dari semua raja Inggris. Ia hidup pada abad kesebelas. Oleh sebab para musuh di tanah airnya sendiri, ia harus tinggal di Normandy, Perancis, sejak usianya sepuluh tahun hingga empatpuluh tahun.

Ketika ia pulang kembali untuk memimpin negeri, segenap rakyat menyambutnya dengan sukacita.

St Edward adalah seorang yang tinggi dan tegap perawakannya, tetapi kesehatannya amat rapuh.

Meski begitu ia dapat memimpin negerinya dengan baik dan senantiasa memelihara kedamaian di negerinya. Ini karena ia percaya dan mengandalkan Tuhan.

Raja Edward ikut ambil bagian dalam misa setiap hari. Ia adalah seorang yang lemah lembut dan baik hati, yang tidak pernah berbicara kasar.

Kepada orang-orang miskin dan orang-orang asing, ia menunjukkan belas kasih yang istimewa. Ia juga membantu para biarawan dengan segala cara yang dapat ia lakukan.

Adalah keadilannya kepada setiap orang dan kasihnya kepada Gereja Tuhan yang menjadikan St Edward begitu populer di kalangan rakyat Inggris.

Mereka akan bersorak-sorai sementara ia mengendarai kudanya keluar istana.

Meski ia seorang raja dengan kekuasaan yang besar, St Edward menunjukkan kejujurannya dengan jalan menepati janjinya kepada Tuhan dan kepada rakyat.

Sewaktu masih tinggal di Normandy, ia mengucapkan suatu ikrar kepada Tuhan. Ia mengatakan bahwa apabila keluarganya berkesempatan melihat masa-masa yang lebih baik, ia akan pergi berziarah ke makam St Petrus di Roma.

Setelah dinobatkan sebagai raja, ia rindu untuk menepati ikrarnya ini. Tetapi para bangsawan tahu bahwa tak akan ada siapa-siapa lagi yang akan memelihara perdamaian di antara orang-orang yang gemar berperang di tanah itu.

Jadi, meski mereka mengagumi devosi raja, mereka tak hendak membiarkannya pergi. Segala masalah ini disampaikan kepada paus, St Leo IX. Bapa Suci memutuskan bahwa raja dapat tinggal di kerajaannya.

Paus Leo IX mengatakan bahwa hendaknyalah Raja Edward membagi-bagikan uang yang seharusnya dipergunakannya untuk berziarah kepada orang-orang miskin.
Ia hendaknya juga membangun atau memperbaiki suatu biara demi menghormati St Petrus.

Dengan taat, raja melaksanakan keputusan paus. Ia membangun banyak gereja dan biara; termasuk Gereja Westminster Abbey.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Imankatolik.or.id, katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X