religi

Apa yang Harus Dilakukan Suami Jika Istri Tidak Sholat ?

Senin, 31 Oktober 2022 | 19:12 WIB
Masjid Katedral Moscow. (Pixabay/Xusenru)

PONTIANAKGLOBE.COM - Mendirikan sholat adalah ibadah Islam yang merupakan rukun Islam kedua.

Sholat adalah adalah salah satu jenis ibadah di dalam agama Islam yang dilakukan oleh Muslim.

Kegiatan sholat meliputi perkataan dan perbuatan yang diawali dengan gerakan takbir dan diakhiri dengan gerakan salam.

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika berkeluarga, terkadang dijumpai kondisi suami yang melihat istri tidak sholat.

Apa yang harus dilakukan oleh suami jika istri tidak sholat ?

Untuk menjawab terkait hal ini, berikut penjelasan dari Tim Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI dikutip Pontianakglobe.com dari laman resmi bimasislam.kemenag.go.id :

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (Q.S At-Tahrim 6).
 
Abdullah bin Abbas ra, menjelaskan ayat di atas: Ajarilah keluargamu itu “Syariat Islam” dan didiklah mereka dengan “Akhlak” yang baik. Manusia yang paling berat siksaannya adalah orang-orang yang membiarkan keluarganya bodoh tidak tahu Syariat Islam. Allah SWT berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132).
 
Tiga perkara yang diwasiatkan Nabi Muhammad SAW menjelang wafatnya dengan suara yang samar dan terbata, beliau bersabda:
1. ”Hati-hatilah perkara shalat, hati-hatilah perkara shalat; 2. Jangan kamu tuntut hamba sahaya mengerjakan apa-apa yang mereka tidak mampu; 3. Takutlah kepada Allah dalam urusan istri, karena mereka itu adalah seperti tawanan di tanganmu, kamu ambil mereka itu dengan amanah Allah dan kamu menghalalkan farjinya dengan kalimah Allah SWT.
 
Suami hendaknya bersikap lemah lembut terhadap istrinya, karena istri/wanita itu kurang akal dan agamanya. Andaikata Allah SWT tidak melengkapi seorang wanita dengan sifat malu niscaya mereka itu tidak berharga seperti segenggam tanahpun. Kewajiban suami adalah senantiasa menasihati dan membimbing istri pada jalan kebaikan apa-apa yang diperlukan dalam urusan agamanya/ibadahnya seperti bersuci dari (hadas, haid, nifas), dan ibadah-badah lainnya. Memberi belanja sesuai kemampuan. Menahan diri dan bersabar atas tabiat buruk istri.
 
Mendidik, membimbing, dan memberi teladan kepada istri tidak terkecuali perkara sholat dengan cara-cara yang baik dan lemah lembut dengan maksimal, namun apabila istri tetap tidak mau melaksanakan sholat maka suami boleh memukul (dengan tidak melukai fisik) dalam rangka mendidik dan memberi pelajaran, namun apabila tetap tidak mau melaksanakan sholat, maka suami boleh menceraikannya, namun bersabar (tetap membimbing, menasehati, memotivasi dan memberi teladan) terhadap tabiat istri adalah lebih baik.

Wallahu a'lam Bishawab. (*)

Tags

Terkini