religi

Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik

Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:36 WIB
Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik. Ia lahir di di Ripon, Northumbria, Inggris pada tahun 643. Hari ini 12 Oktober umat Katolik merayakannya. (net)

PONTIANAKGLOBE.COM - Hari ini umat Katolik sedunia merayakan Santo Wilfridus, seorang uskup dan pengaku iman.

Satu di antara yang menonjol dari Santo Wilfridus adalah keberanian dan perlawanannya terhadap adat istiadat dan liturgi Keltik di kawasan Lyon, Prancis sekitar abad kelima.

Berikut ulasan Santo Wilfridus yang kami kutip dari imankatolik. Dikisahkan bahwa Wilfridus lahir di Ripon, Northumbria, Inggris pada tahun 643.

Pada usia 13 tahun, ia tinggal di istana Oswy, raja Northumbria.

Eanfleda, permaisuri Raja Oswy, menerima dia dengan senang hati dan menganggap dia sebagai anaknya sendiri.

Eanfleda kemudian mengirim dia ke biara Lindisfarne untuk mempelajari ilmu-ilmu suci dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya.

Di biara itu Wilfridus dididik dalam tata cara liturgi Keltik.

Tetapi kemudian ia meninggalkan biara itu dan pergi ke Canterbury karena apa yang didapatnya di Lindisfarne tidak memuaskan hatinya.

Dari Canterbury, ia pergi ke Lyon, Prancis pada tahun 652 dan dari Lyon ia pergi ke Roma.

Di sana ia menjadi sekretaris pribadi Sri Paus Martinus I (649-655), sambil belajar hukum dan tata cara liturgi Romawi.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Roma, ia kembali ke Lyon.

Ia menetap di sana selama tiga tahun lebih sambil melancarkan perlawanannya terhadap adat istiadat dan liturgi Keltik.

 

Kembali ke Inggris

Pada tahun 660 ia memberanikan diri kembali ke Inggris untuk menyapu bersih adat istiadat kafir yang ada di sana.

Halaman:

Tags

Terkini