Oleh: Leo Sutrisno
Bill Alkire dilahirkan dalam keluarga Katolik AS sebelum tahun 1960-an. Ia juga mendapat pendidikan moral yang subur dari orang tuanya, walau tidak pernah membicarakan hal-hal yang terkait dengan kesucian/kekudusan.
Seperti anak-anak kecil dari keluarga Katolik pada umumnya, penerimaan sakramen tobat dan Ekaristi pertama menjadi peristiwa yang sangat membahagiakan bagi Bill Alkire.
Tetapi, di masa remaja, ia tidak luput dari arus new era di paruh kedua abad XX. Seks, obat, hura-hura menjadi magnetnya. Syukurlah tidak berlangsung lama.
Satu tahun kemudian kesadarannya mengembalikan prilaku hidup sipiritual yang panjang yang, kelak, berujung di Roma.
Tahun 1971, Bill Alkire bergabung dengan kelompok IARA (I AM religious Activy) di Michigan.
Komunitas IARA termasuk komunitas vegetarian garis keras, hidup selibat, pantang bawang merah, bawang putih, pantang obat-obatan, serta pantang vaksinasi.
Harapan yang dinantikan para pengikut komunitas ini adalah penyucian tubuh mereka.
Namun, Bill Alkire tidak tahan lama dalam kehidupan keras seperti itu.
Suatu waktu Bill Alkire menemukan buku Thomas A Kempis, Imitation of Christ, sebuah buku devosional Katolik Klasik yang terbit di awal abad ke-15.
Buku itu menuntun para pembacanya menuju ke perasaan yang damai dari dalam.
Ketika sedang asyik membaca buku Kempis ini, Bill Alkire didekati orang berusia 50-an, kumuh, dan lusuh.
Orang paruh baya itu berkata, “Kau tidak akan dapat melakukannya! Tidak akan pernah menjadi seperti Yesus.”