Dalam akhir kegiatan, peserta berkesempatan untuk berbagi dan mendiskusikan kasus nyata yang terjadi di Indonesia. Bruder Benediktus, MTB, selaku kepala asrama, berharap generasi muda dapat menjadi penggerak dalam memerangi perdagangan manusia dan membantu para korban.
"Kami berharap para generasi muda tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga menjadi benteng dan pengayom bagi sesama," ujarnya.
Seminar "Generasi Milenial Perangi Human Trafficking" di Aula Bruder MTB Pontianak memberikan landasan kuat bagi generasi muda untuk melawan perdagangan manusia dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Melalui pemahaman dan kesadaran yang lebih mendalam, mereka siap menjalankan peran kunci dalam mengakhiri praktik yang merusak ini.