Dalam akhir kegiatan, peserta berkesempatan untuk berbagi dan mendiskusikan kasus nyata yang terjadi di Indonesia. Bruder Benediktus, MTB, selaku kepala asrama, berharap generasi muda dapat menjadi penggerak dalam memerangi perdagangan manusia dan membantu para korban.
"Kami berharap para generasi muda tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga menjadi benteng dan pengayom bagi sesama," ujarnya.
Seminar "Generasi Milenial Perangi Human Trafficking" di Aula Bruder MTB Pontianak memberikan landasan kuat bagi generasi muda untuk melawan perdagangan manusia dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Melalui pemahaman dan kesadaran yang lebih mendalam, mereka siap menjalankan peran kunci dalam mengakhiri praktik yang merusak ini.
Artikel Terkait
Lihatlah Kenyataan, Bukankah Kematian yang Ditakutkan? Begini Pesan Paskah Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus
Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak: Uskup Agustinus Tegaskan Tiga Pokok Teladan
Dialog Kebangsaan Menuju Indonesia Emas, Uskup Agustinus Ceritakan Peran Gereja Katolik di Kalimantan Barat
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Berharap Temu INFO JPIC Indonesia Memberikan Kabar Baik bagi Semua
Etika Algoritma: Merajut Etika dalam Pusaran AI