Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari wartawan Katolik Indonesia terhadap mereka yang telah berkontribusi bagi keharmonisan antarumat beragama.
"Saya serahkan penghargaan dari KWI, titipan dari Romo Aloysius Budi Purnomo kepada Romo Markus Solo Kewuta SVD. Semoga menjadi berkat bagi kita semua," ujar Romo Riston saat menyerahkan plakat penghargaan di Vatikan.
Romo Markus menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur.
"Terima kasih Romo Riston, terima kasih teman-teman PWKI, dan terima kasih Romo Budi atas penghargaan ini. Saya sangat bersukacita. Tuhan memberkati," ujarnya saat menerima plakat tersebut.
Si Vis Pacem, Para Panem
PWKI, yang didirikan pada 28 Januari 2005, saat ini dipimpin oleh Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua) dan Mercy Tirayoh (Wakil Ketua).
Acara Buka Tahun Baru Bersama PWKI Ke-18 diawali dengan Misa Ekaristi, yang dipimpin oleh Romo Adi Prasodjo Pr (Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta), Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, dan Romo Heri Wibowo Pr.
Tema yang diangkat dalam perayaan tahun ini adalah "Pangan untuk Semua", sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan.
PWKI mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan langkah-langkah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan.
Baca Juga: Meneladani Semangat Mgr. Agustinus Agus: 25 Tahun Pengabdian Gembala Umat
Pendiri sekaligus Penasihat PWKI, AM Putut Prabantoro, menekankan pentingnya mengubah paradigma terkait perdamaian.
Menurutnya, dunia selama ini mengenal istilah "Si Vis Pacem, Para Bellum" yang berarti "Jika Anda ingin damai, bersiaplah untuk perang." Namun, ia menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak lahir dari konflik, melainkan dari kesejahteraan bersama.
"Dalam konteks perdamaian saat ini, kita harus mengganti pemikiran lama dengan Si Vis Pacem, Para Panem—Jika Anda ingin damai, siapkanlah roti (pangan/kesejahteraan). Sebab, kesejahteraan adalah ujung dari perdamaian. Perang dan konflik tidak akan pernah menawarkan perdamaian sejati," tegas Putut Prabantoro. ***