religi

Siapa 26 Martir Katolik Jepang? Begini Sejarah, Pengorbanan, dan Kanonisasi

Jumat, 14 Maret 2025 | 21:02 WIB
Potret Monumen 26 Martir Jepang di Nagasaki. (katakombe.org)

Sepanjang perjalanan, mereka dengan penuh semangat melantunkan Te Deum, sebuah madah pujian kepada Tuhan.

Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus: Sempat Alami Krisis Pernapasan, Kini Kembali Stabil

Setibanya di lokasi eksekusi, mereka diikat pada salib dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang di leher mereka.

Setelah salib mereka ditegakkan, para algojo menikam mereka dengan tombak hingga tewas.

Para martir ini wafat hampir bersamaan, memberikan kesaksian iman yang luar biasa.

Dari atas salibnya, Santo Paulus Miki tetap berkhotbah dengan gagah berani, mendorong umat Kristiani untuk tetap setia pada iman mereka, hingga akhirnya ia terdiam setelah sebuah tombak menembus dadanya.

Pakaian mereka yang berlumuran darah kemudian disimpan sebagai relikwi berharga oleh komunitas Katolik di Jepang.

Kanosisasi dan Warisan Spiritualitas

Para 26 Martir Nagasaki dikanonisasi pada tahun 1862 oleh Paus Pius IX. Hari peringatan mereka diperingati setiap 6 Februari sebagai penghormatan atas kesetiaan mereka kepada Kristus.

Nama-Nama 26 Martir Jepang:

  1. Santo Paulus Miki – Seorang katekis Yesuit yang tetap berkhotbah hingga saat terakhirnya.
  2. Santo Fransiskus dari Nagasaki – Seorang dokter yang mengabdikan hidupnya untuk membantu orang miskin.
  3. Santo Fransiskus Kichi – Seorang tentara yang menjadi martir setelah menyatakan dirinya seorang Kristen.
  4. Santo Fransiskus Blanco – Misionaris Fransiskan yang dikenal pendiam dan bijaksana.
  5. Santo Fransiskus dari St. Mikael – Misionaris awam Fransiskan dari Spanyol.
  6. Santo Cosmas Takeya – Pembuat pedang yang menjadi katekis Fransiskan.
  7. Santo Petrus Sukejiro – Pemuda Kyoto yang dengan setia mendampingi para martir dalam perjalanan mereka ke Nagasaki.
  8. Santo Mikhael Kozaki – Tukang kayu yang turut membangun gereja dan biara Fransiskan.
  9. Santo Tomas Kozaki – Putra Santo Mikhael Kozaki, menjadi martir di usia 14 tahun.
  10. Santo Yakobus Kisai – Awam Yesuit yang dikenal karena kelembutan dan kedamaiannya.
  11. Santo Paulus Ibaraki – Berasal dari keluarga samurai, dikenal sebagai pengkhotbah yang setia.
  12. Santo Leo Karasumaru – Adik Santo Paulus Ibaraki, aktif membangun gereja dan rumah sakit.
  13. Santo Louis Ibaraki – Martir termuda berusia 12 tahun, dikenal karena keberaniannya.
  14. Santo Yohanes dari Goto – Seorang katekis muda yang berbakat dalam seni dan musik.
  15. Santo Antonius Deyman – Pemuda berusia 13 tahun yang tetap bernyanyi hingga saat kematiannya.
  16. Santo Petrus Baptista – Pemimpin misi Fransiskan di Jepang, dikenal karena kebajikannya.
  17. Santo Martin dari Ascension – Fransiskan asal Spanyol yang memiliki kesalehan luar biasa.
  18. Santo Filipus dari Yesus – Misionaris asal Meksiko yang awalnya ragu-ragu dalam imannya, tetapi akhirnya menjadi martir.
  19. Santo Gonzalo Garcia – Berasal dari India, menjadi pelindung umat Katolik di Bombay.
  20. Santo Matias dari Miyako – Seorang awam yang secara sukarela menggantikan Matias lain yang sedang dicari prajurit.
  21. Santo Bonaventura dari Miyako – Pemuda yang menemukan iman Kristiani setelah tinggal di biara Buddha.
  22. Santo Yoakim Sakakibara – Mantan pasien yang menjadi juru masak di biara Fransiskan.
  23. Santo Tomas Dangi – Penjual obat yang menjadi katekis setelah bertobat.
  24. Santo Yohanes Kinuya – Penenun dan pedagang sutra yang memilih untuk hidup dekat biara Fransiskan.
  25. Santo Gabriel de Duisco – Katekis muda yang dibimbing oleh Santo Gonzalo Garcia.
  26. Santo Paulus Suzuki – Salah satu katekis terbaik Jepang yang turut mengelola rumah sakit Katolik.

Kesaksian para 26 Martir Jepang adalah bukti keteguhan iman yang tidak tergoyahkan meski menghadapi penganiayaan.

Mereka menjadi inspirasi bagi umat Kristiani di seluruh dunia untuk tetap setia kepada Kristus, apa pun tantangannya.

Hari peringatan mereka, yang dirayakan setiap 6 Februari, menjadi pengingat akan keberanian dan kesetiaan para saksi Kristus di Jepang. ***

Halaman:

Tags

Terkini