Baginya, penderitaan adalah jalan menuju surga, sehingga ia tidak pernah mengeluh atau merasa kasihan pada dirinya sendiri.
Ia wafat pada 13 April 1320 dalam usia 33 tahun dan dimakamkan dengan penuh hormat di gereja Dominikan Castello.
Setelah kematiannya, banyak mukjizat terjadi berkat perantaraannya, terutama dalam penyembuhan penyakit mata dan cacat.
Pada tahun 1609, Margaret dibeatifikasi oleh Paus Paulus V, dan lebih dari dua abad setelah wafatnya, jenazahnya ditemukan dalam keadaan utuh.
Hingga kini, ia dihormati sebagai pelindung kaum difabel, anak berkebutuhan khusus, serta mereka yang tertindas dan dikucilkan.
Pestanya dirayakan setiap 13 April sebagai penghormatan atas kehidupannya yang penuh cinta dan pengorbanan.
Santa Margareta terus menebarkan kebaikan di surga.
Sejak wafat pada usia 33 tahun, banyak orang yang mengalami mukjizat berkat perantaraannya.
Ia menjadi sumber penghiburan bagi mereka yang putus asa dan berjuang melawan penderitaan, terutama bagi yang mengalami gangguan penglihatan dan otot.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pelindung kelompok pro-kehidupan serta mereka yang terabaikan dan ditelantarkan.
Santa Margareta dibeatifikasi pada tahun 1609, dan jenazahnya yang tetap utuh disemayamkan di bawah altar utama Gereja Santo Dominikus di Castello.
Tempat peristirahatan ini menjadi tujuan ziarah bagi banyak umat yang mencari pertolongan rohaninya.
Setelah 701 tahun sejak wafatnya, ia akhirnya dikanonisasi sebagai santa oleh Paus Fransiskus pada 24 April 2021. ***