PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Beata Margaret dari Castello lahir pada tahun 1287 di Metola, Italia, dalam keluarga bangsawan yang berharap memiliki anak sehat dan kuat.
Namun, Margaret terlahir dengan berbagai keterbatasan fisik, termasuk tubuh kerdil, punggung bungkuk, kaki tidak seimbang, serta kebutaan sejak lahir.
Orang tuanya, yang malu atas kondisi Margaret, mengucilkannya selama 13 tahun di sebuah ruangan dekat kapel keluarga agar tidak terlihat oleh orang lain.
Suatu hari, dengan harapan mendapat kesembuhan, mereka membawanya ke tempat ziarah di Castello, tempat seorang Fransiskan suci dimakamkan.
Namun, saat mukjizat yang diharapkan tidak terjadi, mereka meninggalkan Margaret di sana.
Hidupnya pun berpindah dari satu keluarga miskin ke keluarga lainnya, yang dengan penuh kasih bergantian merawatnya.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Margaret tumbuh menjadi pribadi penuh kasih, selalu berdoa, serta memberikan penghiburan bagi mereka yang sakit dan tertindas.
Kepribadiannya yang lembut, ceria, dan tidak pernah mengeluh membuatnya dihormati banyak orang.
Margaret akhirnya bergabung dengan Ordo Ketiga Dominikan dan menjalani hidup doa yang mendalam.
Meski buta dan tidak pernah mengenyam pendidikan formal, ia memiliki pemahaman luar biasa tentang Kitab Suci serta mampu mengajarkan misteri iman kepada orang lain.
Ia juga sering mengalami penglihatan mistik sebagai anugerah atas kesetiaannya kepada Tuhan.
Margaret menghabiskan hidupnya membantu orang-orang yang sakit, narapidana, dan mereka yang sekarat.