PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Mengikuti ajaran Yudaisme di Indonesia bukanlah hal yang mudah.
Mengingat, meskipun ada pengakuan resmi terhadap lima agama, Yudaisme belum mendapat status yang sama di negara ini.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya CU Stella Maris, dari Ide Pastor Menjadi Solusi Ekonomi Umat
Tantangan ini dialami oleh Yaakov Baruch, seorang rabi yang memimpin komunitas Yahudi di Sinagoga Shaar Hashamayim yang terletak di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Yaakov Baruch adalah sosok rabi yang mungkin satu-satunya di Indonesia, dan ia memiliki kisah menarik tentang perjalanan hidupnya dalam mengamalkan Yudaisme di tanah air.
Sebelum mengadopsi Yudaisme, Yaakov Baruch melakukan penelusuran mendalam terhadap latar belakang keluarganya.
Baca Juga: Insiden Penikaman Pastor di Singapura, Apa yang Terjadi di Gereja Katolik Bukit Timah?
Pada akhirnya mengungkap bahwa ia memiliki darah Yahudi dari garis keturunan ibunya.
Ia pun melakukan perjalanan ke Belanda dan Israel untuk menggali lebih dalam asal-usul leluhurnya, hingga akhirnya yakin bahwa keluarganya adalah keturunan Yahudi.
Keputusan Yaakov untuk mengikuti Yudaisme ternyata membawa konsekuensi berat, termasuk ancaman pembunuhan yang datang dari beberapa orang yang menyebutnya sebagai “Yahudi gila.”
Kejadian ini berlangsung saat ia berjalan bersama istrinya yang sedang hamil di sebuah pusat perbelanjaan, dengan tampilan khas Yahudi yang dikenakannya kala itu.
Baca Juga: Misionaris Kalimantan Pastor Amantius Pijnenburg OFMCap Telah Berpulang pada Usia 99 Tahun
Demi keamanan, ia sempat memilih untuk menyembunyikan identitasnya dan tidak lagi mengenakan kippah (topi khas Yahudi) di tempat umum.
Yaakov Baruch kini memimpin Sinagoga Shaar Hashamayim, yang berlokasi sekitar 33 km dari Manado, Sulawesi Utara.
Bersama sejumlah kecil penganut Yudaisme lainnya, ia mengadakan ibadah rutin dan juga membuka dialog terkait Yahudi, Israel, dan Zionisme.