religi

Santo Simon 'Si Zelot' dan Yudas Tadeus Jejak Dua Rasul Kristus di Persia yang Dirayakan Setiap 28 Oktober

Senin, 28 Oktober 2024 | 09:06 WIB
Santo Yudas Tadeus dan Santo Simon si Zelot, Rasul. (catholicnewsagency-com)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Setiap tanggal 28 Oktober, Gereja Katolik Roma merayakan pesta dua rasul, Santo Simon dan Yudas.

Keduanya sering disebutkan berurutan dalam Injil Sinoptik (Matius 13:55; Markus 3:18 dan 14:3; Lukas 6:16) dan berbagi nasib sebagai martir di Persia (kini Iran).

Baca Juga: Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”

Santo Simon

Simon dikenal sebagai saudara sepupu Yesus dan saudara Rasul Yakobus Muda dan Yudas (Matius 13:55).

Dijuluki “Si Zelot,” yang berarti “bersemangat,”

Simon sangat rajin mempelajari dan menaati Hukum Taurat Yahudi.

Kemungkinan, gelar ini juga diberikan karena ia termasuk aliran Zelot (Markus 3:18), yang sangat fanatik memegang teguh Taurat dan ikut serta dalam pemberontakan melawan penjajah Romawi pada tahun 67-70.

Simon, yang berasal dari Kanaan, dipanggil oleh Yesus menjadi rasul-Nya.

Baca Juga: Salib dari Vatikan Diberkati Paus untuk Gereja Paroki Santo Lukas di Apau Kayan, Malinau, Kalimantan Utara

Walaupun kisah hidup dan karya kerasulannya tidak banyak tercantum dalam Injil, tradisi kuno memberikan sedikit informasi mengenai pengabdiannya.

Buku Menologi Santo Blasius menyebutkan bahwa ia wafat di Edessa, Irak.

Tradisi Barat menyatakan bahwa Simon pernah mewartakan Injil di Mesir, kemudian bergabung dengan Yudas ke Mesopotamia, dan akhirnya menjadi martir di Persia bersama Yudas.

Baca Juga: 15 November: Pesta Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja, Orang Kudus Katolik Roma dari Ordo Dominikan

Tradisi lain menyebutkan bahwa setelah saudaranya Yakobus, Uskup Yerusalem, wafat, para rasul memilih Simon sebagai penggantinya.

Halaman:

Tags

Terkini