Peran Suci, Teladan Ibu Santo Dominikus de Guzman

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 09:48 WIB
“Vision of Blessed Joanna” Stained Glass Window from St. Dominic’s Church in Washington, D.C. Photo: Fr. Lawrence Lew, O.P. (2024) (Dominican Fiarrs )
“Vision of Blessed Joanna” Stained Glass Window from St. Dominic’s Church in Washington, D.C. Photo: Fr. Lawrence Lew, O.P. (2024) (Dominican Fiarrs )

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin| Pontianak, Jumat 02 Agustus 2024 - Beata Jane dari Aza merupakan contoh cemerlang dari kekuatan dan pengaruh seorang ibu dalam kehidupan anak-anaknya.

Meskipun hidupnya mungkin tidak tercatat dalam sejarah dengan cara yang dramatis atau mencolok, warisan yang ditinggalkannya melaluinya dan anak-anaknya berbicara banyak tentang kedalaman iman dan kebijaksanaannya.

Sebagai ibu dari Santo Dominikus dan Beata Mannes, Jane memberikan warisan suci yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas mereka.

Kisah hidupnya menggambarkan bahwa kehadiran seorang ibu dalam membimbing dan membentuk jiwa anak-anaknya adalah sangat jelas.

Beata Jane, yang dikenal karena ketululsan hatinya, belas kasihan terhadap orang miskin, dan kehidupan doa yang mendalam, memberi teladan hidup yang tak biasa kepada Santo Dominikus.

Sifat-sifat ini tidak hanya memengaruhi putranya tetapi juga memberikan dampak yang jauh lebih besar melalui warisan mereka.

Mimpi profetik

Profetik jika dilihat dari kamus Bahasa Indonesia - berkenaan dengan kenabian atau ramalan.

Mimpi profetik yang dialaminya tentang anjing pemburu dengan obor menyala adalah gambaran yang kuat tentang bagaimana Beata Jane melihat panggilan putranya, Santo Dominikus, untuk membakar dunia dengan kebenaran dan cinta.

Ini menunjukkan bahwa sang beata memiliki visi yang mendalam tentang misi dan pengaruh yang bisa dicapai oleh putranya.

“Menurut tradisi, Jane bermimpi sebelum putranya dikandung, di mana ia melihat seekor anjing pemburu berlarian di dunia dan membakar segalanya dengan obor yang menyala.”

Terganggu oleh mimpi ini, ia pergi berdoa di biara Benediktin San Domingo de Silos, yang terletak di sebuah lembah yang menyenangkan sekitar dua puluh mil di utara Caleruega.

Mimpi ini memang bersifat profetik. Dominikus membakar dunia dengan kebenaran suci melalui khotbah dan pengajaran yang lahir dari kehidupan doa yang penuh dedikasi, cinta akan Sabda Tuhan, dan hasrat yang membara untuk mendapatkan jiwa-jiwa bagi Kristus.

Dengan membimbingannya dalam doa dan ajaran Katolik, Beata Jane tidak hanya mempersiapkan Dominikus untuk panggilan hidupnya, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai yang membentuk spiritualitasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X