religi

Gustavo Gutiérrez, Imam Dominikan Pendiri Teologi Pembebasan Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

Kamis, 24 Oktober 2024 | 12:05 WIB
Pastor Gustavo Gutierrez Merino OP, seorang teolog Peru dan imam Dominikan yang diakui sebagai pendiri Teologi Pembebasan meninggal dunia.

Gutiérrez adalah anggota Akademi Bahasa Peru dan dianugerahi Legiun Kehormatan oleh pemerintah Prancis pada tahun 1993 sebagai penghargaan atas karyanya yang luar biasa.

Ia juga telah menerbitkan banyak karya dan menjabat sebagai anggota dewan direktur dari jurnal internasional.

Baca Juga: Paus Fransiskus Kabulkan Permintaan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM untuk Tidak Diangkat Jadi Kardinal, Begini Keinginan Uskup Bogor Tersebut

Pendidikan

Gutiérrez memulai pendidikan tinggi dengan belajar kedokteran dan sastra di Peru, serta psikologi dan filsafat di Leuven.

Ia kemudian meraih gelar doktor dari Institut Pastoral d'Etudes Religieuses (IPER) di Université Catholique, Lyon.

Sebagai pendiri Teologi Pembebasan, Gutiérrez menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk hidup dan bekerja di antara orang-orang miskin di Lima.

Karya terobosannya, A Theology of Liberation: History, Politics, Salvation (1971) (Suatu Teologi Pembebasan: Sejarah, Politik, Keselamatan), menjelaskan pemahamannya tentang kemiskinan Kristen sebagai tindakan solidaritas penuh kasih dengan kaum miskin, sekaligus sebagai protes pembebasan melawan kemiskinan.

Menurut Gutiérrez, 'pembebasan' sejati mencakup tiga dimensi utama:

1. Pembebasan Politik dan Sosial: Menghapuskan hal-hal yang secara langsung menyebabkan kemiskinan dan ketidakadilan.
2. Emansipasi Kaum Miskin: Memperjuangkan kebebasan bagi kaum marjinal dan tertindas dari segala hal yang membatasi kemampuan mereka untuk berkembang secara bebas dan bermartabat.
3. Pembebasan dari Egoisme dan Dosa: Mengubah hubungan dengan Allah dan sesama.

Pengawasan dari Vatikan

Teologi Pembebasan dan Gutiérrez telah berulang kali menjadi fokus pengawasan ketat oleh Paus.

Bukunya, A Theology of Liberation: History, Politics, Salvation, dibahas oleh Kardinal Ratzinger (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI) dan dianggap mengandung banyak gagasan yang kontroversial.

Pada September 1984, sekelompok uskup Peru dipanggil ke Roma untuk mendengarkan kecaman langsung terhadap Gutiérrez dari Vatikan.

Namun, para uskup tersebut tetap menunjukkan dukungan kepada Gutiérrez.

Halaman:

Tags

Terkini