Setelah menyelesaikan studi teologi di Eropa, ia melayani sebagai pastor paroki di distrik Rímac, Lima, Peru, di mana ia tinggal di tengah komunitas yang paling rentan.
Pengalaman ini mendorong refleksi dan komitmen sosialnya.
Pengakuan dan Penghargaan
Karyanya diakui secara luas baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa penghargaan yang diterimanya antara lain Penghargaan Putri Asturias untuk Komunikasi dan Humaniora (2003), Penghargaan Kebudayaan Nasional (2012), dan Hadiah Gittler (2014), yang diberikan oleh Universitas Brandeis.
Selain itu, Gutiérrez juga dianugerahi gelar Ksatria Orde Nasional Legiun Kehormatan oleh pemerintah Prancis, yang menyoroti pengaruhnya tidak hanya di Amerika Latin tetapi juga secara global.
Ia merupakan anggota Akademi Seni dan Sains Amerika dan menerima Magisterial Palms pada tahun 2018, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada individu yang berkontribusi besar dalam pendidikan dan kebudayaan.
Ordo Dominikan di Peru mengumumkan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan diadakan misa untuk menghormati Gutiérrez di Basilika Santo Domingo, Lima.
Jenazah Pastor Gutiérrez akan disemayamkan mulai 23 Oktober.
Pendiri Teologi Pembebasan
Gustavo Gutiérrez Merino OP, lahir 8 Juni 1928.
Ia adalah seorang teolog Peru dan imam Dominikan yang diakui sebagai pendiri Teologi Pembebasan.
Ia menjabat sebagai Profesor John Cardinal O'Hara dalam bidang Teologi di Universitas Notre Dame dan pernah menjadi profesor di Universitas Katolik Kepausan di Peru.
Selain itu, ia juga pernah menjadi profesor tamu di berbagai universitas terkemuka di Amerika Utara dan Eropa.