PONTIANAKGLOBE.COM, SINTANG -- Pastor Jacques Maessen SMM, seorang imam misionaris dari Serikat Maria Montfortan (SMM), meninggal dunia pada Sabtu, 4 Mei 2024, pukul 15.05 WIB di RSU Santo Antonius Pontianak karena sakit.
Jenazahnya tiba di Biara SMM Teluk Menyurai Sintang pada Minggu, 5 Mei 2024, pukul 03.15 WIB.
Baca Juga: KWI Lawan Tawaran Tambang: Mengapa Kesejahteraan Bersama Lebih Penting?
Almarhum kemudian disemayamkan dengan ibadat arwah pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama, serta misa arwah pada Senin, 6 Mei 2024, pukul 19.00 WIB.
Pastor Jacques Maessen SMM lahir pada 21 Juni 1940 di Hoensbroek, Belanda.
Ia mengikuti jejak kakaknya, Wil Maessen, yang juga menjadi bruder Montfortan.
Jacques masuk novisiat SMM di Meerssen, Belanda, dan mengucapkan profesi pertamanya pada 8 September 1961.
Ia kemudian melanjutkan studi di seminari agung di Oirschot, Belanda, dan ditahbiskan menjadi imam pada 4 Maret 1967.
Setelah ditugaskan sebagai misionaris di Indonesia, Pastor Jacques belajar bahasa Indonesia di Yogyakarta pada 1967-1968.
Baca Juga: 2 Organisasi Kristen, KWI dan PGI Sepakat Tidak Akan Ajukan Izin Usaha Tambang
Ia bekerja di Sejiram dari 1968-1982, kemudian di nanga Pinoh pada 1983-1987, sebelum akhirnya ditempatkan di Sintang.
Di Sintang, ia berperan dalam mass media dan pusat KOBUS (Komunikasi Budaya dan Seni) Sintang.
Selama beberapa tahun terakhir, Pastor Jacques mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan perawatan intensif di berbagai rumah sakit.
Baca Juga: Kardinal Suharyo: KWI Tak Akan Urus Tambang, Fokus Pelayanan Umat
Ia didiagnosis mengalami gangguan fungsi hati, pembengkakan jantung, dan pembekuan darah, serta masalah prostat yang sudah lama dideritanya.