religi

RIP! Berita Duka: Tokoh Musik Liturgi Katolik Kelahiran Jerman, Romo Karl-Edmund Prier, Tutup Usia pada Usia 86 Tahun, Ini Sejumlah Maha Karya-nya

Senin, 22 Januari 2024 | 18:40 WIB
Romo Karl-Edmund Prier SJ. (Pontianak Globe/Instagram @patrantong)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Berita duka menghampiri dunia musik liturgi Indonesia dengan meninggalnya salah satu tokoh musik liturgi, Romo Karl-Edmund Prier, di Rumah Sakit Pantih Rapih Yogyakarta pada usia 86 tahun.

Pesan singkat yang beredar di grup WhatsApp pada Minggu, 21 Januari 2024, menyampaikan kabar ini dengan menyebutkan bahwa Romo Karl-Edmund Prier wafat dengan tenang sekitar pukul 00.40 WIB.

Baca Juga: Jimmy Malawi, Penyanyi yang Temukan Pencerahan dalam Musik Rohani Uskup Agustinus

Lahir pada 18 September 1937, Romo Karl-Edmund Prier merupakan figur terkemuka dalam dunia musik liturgi Katolik Indonesia.

Namanya mencuat pada tahun 2018 ketika menjadi korban serangan brutal di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta, saat memimpin misa.

Prier, selain sebagai liturgis, juga aktif melayani umat melalui musik dengan peran ganda sebagai guru dan dosen musik, pengarang lagu gereja, serta aransemen lagu.

Karya-karyanya, seperti rangkaian lagu Misa Raya II dan Hendaklah Langit Bersuka Cita, sangat populer di gereja-gereja.

Baca Juga: Uskup Emeritus Keuskupan Atambua, Mgr Anton Pain Ratu SVD Meninggal Dunia pada Usia 95 Tahun

Dalam wawancara dengan majalah Hidup, diketahui bahwa Romo Prier sudah akrab dengan musik sejak usia belia di Jerman.

Cinta pada musik membawanya untuk belajar organ dan piano, hingga akhirnya memutuskan untuk mengabdi sebagai imam dalam Serikat Yesuit dan diutus sebagai misionaris ke Indonesia pada tahun 1964.

Di Indonesia, Romo Prier jatuh cinta pada kekayaan lagu-lagu tradisional Indonesia, yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan lagu-lagu inkulturasi yang memadukan unsur budaya lokal dalam musik liturgi.

Dengan usahanya, Pusat Musik Liturgi Yogyakarta berdiri pada tahun 1971, tempat umat Katolik bisa mengembangkan pendidikan musik di bawah bimbingan Romo Prier.

Baca Juga: Dari Misa Pontifikal Uskup Banjarmasin. Mgr Victorius Dwiardy: Panggilan Menuju Kesucian dan Keselamatan

Upayanya untuk memajukan musik liturgi di Indonesia mencapai puncaknya melalui kolaborasi dengan Paul Widyawan, tokoh musik Indonesia.

Bersama-sama, mereka membentuk Paduan Suara Vocalista Sonora di Yogyakarta, yang menjadi prestasi luar biasa dalam pengembangan musik liturgi di tanah air.

Halaman:

Tags

Terkini