2 November Gereja Katolik Peringati Hari Arwah Seduni, Begini Sejarahnya yang Umat Katolik Harus Tahu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 1 November 2023 | 05:00 WIB
Umat Katolik di Kota Kupang sedang membakar lilin di salah satu TPU yang ada di Kota Kupang saat perayaan Hari Arwah Sedunia, Rabu (2/11/2022). (victorynews.id/simon selly)
Umat Katolik di Kota Kupang sedang membakar lilin di salah satu TPU yang ada di Kota Kupang saat perayaan Hari Arwah Sedunia, Rabu (2/11/2022). (victorynews.id/simon selly)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Setiap tanggal 2 November, Gereja Katolik memperingati Hari Arwah Sedunia.

Perayaan ini bertujuan untuk mengenang dan mempersembahkan doa bagi semua orang beriman yang telah meninggal dunia.

Peringatan ini diadakan tepat setelah Hari Raya Semua Orang Kudus yang jatuh pada tanggal 1 November.

Baca Juga: Pesparani III Resmi Ditutup, Begini Ajakan Ketua KWI pada Umat Katolik Agar Jadi Duta Bhinneka Tunggal Ika

Sejak awal sejarah Kristianitas, praktik dan tradisi memperingati serta mendoakan arwah orang yang telah meninggal telah berkembang di dalam Gereja melalui teks-teks liturgi awal.

Mengingat kedekatan makna antara keduanya, tak mengherankan jika Gereja merayakan keduanya secara berurutan.

Setelah merayakan Hari Para Orang Kudus, Gereja berdoa untuk para saudara dan saudari yang telah meninggal dunia, dengan harapan agar mereka juga dapat bergabung dengan para orang kudus di surga.

Umat Kristen telah berdoa bagi saudara-saudara yang telah meninggal sejak masa awal agama Kristen.

Baca Juga: Pencabutan Subsidi Ayam Picu Panic Buying di Negeri Jiran Malaysia, Begini Kisah Lengkapnya

Meskipun ajaran detail dan teologi yang menjelaskan praktik ini baru dikeluarkan kemudian oleh Gereja pada abad-abad berikutnya.

Dasar Kitab Suci

Hari Arwah juga memiliki dasar dalam Kitab Suci.

Dalam Kitab 2 Makabe 12:41-42, dicatat bahwa orang-orang berdoa bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal.

Dalam Perjanjian Baru, St Paulus berdoa untuk kawannya Onesiforus yang telah meninggal (lihat 2 Timotius 1:18).

Para Bapa Gereja seperti Tertullian dan St Cyprian juga mengajarkan praktik mendoakan jiwa-jiwa yang telah meninggal, menunjukkan keyakinan bahwa doa-doa mereka dapat memberikan efek positif bagi jiwa-jiwa yang telah wafat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: ikatolik.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X