20 Misionaris Katolik Terbunuh Sepanjang Tahun 2023

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 1 Januari 2024 | 16:42 WIB
Basilika St Petrus di Vatikan, Roma, Italia.
Basilika St Petrus di Vatikan, Roma, Italia.

PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Kantor Berita Fides Vatikan merilis daftar tahunan misionaris Katolik yang terbunuh saat memberikan kesaksian iman mereka pada tahun 2023.

Kawasan Benua Afrika kembali mencatat jumlah korban tertinggi.

Menurut Kantor Berita Vatikan Fides, dua puluh misionaris kehilangan nyawa mereka di seluruh dunia karena kematian akibat kekerasan pada tahun ini.

Jumlah itu dua lebih banyak dibandingkan pada tahun 2022.

Baca Juga: Uskup Agustinus Berkati Gereja Santa Maria Trans SP I, Diresmikan oleh Bupati Bengkayang

Layanan informasi Lembaga Misi Kepausan melaporkan pada hari Sabtu bahwa satu uskup, delapan imam, dua religius, satu seminaris, satu novis dan tujuh umat awam terbunuh.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, benua yang paling mematikan bagi para pekerja Gereja adalah Afrika.

Di Afrika sebanyak sembilan orang terbunuh, dan benua Amerika, di mana enam orang meninggal.

Hingga tahun 2017, Afrika telah memimpin selama 8 tahun berturut-turut.

Namun sejak tahun 2018, kecuali tahun 2020, Afrika menduduki peringkat teratas.

Dua pastor, seorang seminaris dan seorang novis Benediktin, terbunuh di Nigeria yang rawan teroris dan bandit.

Baca Juga: Uskup Agustinus Apresiasi Selesainya Pembangunan Rumah Singgah Imam di Capkala

Di antara para korban adalah Pastor Isaac Achi, pastor berusia 61 tahun yang dibakar hidup-hidup dalam serangan kelompok bersenjata di parokinya di Keuskupan Minna, Nigeria tengah.

Juga di Afrika, dua misionaris dibunuh di Burkina Faso. Seorang pastor tewas dalam serangan di parokinya di Tanzania; seorang bruder dan seorang pastor paroki masing-masing ditikam di Kamerun dan Republik Demokratik Kongo (DRC).

Meksiko dan Amerika Serikat
Meksiko kembali mengalami sebagian besar pembunuhan misionaris di Amerika pada tahun ini. Dua pastor dan dua katekis muda terbunuh dalam konteks meningkatnya ketidakamanan terkait narkoba di negara tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Vatican News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X