Saya sangat menikmati gestikulasi khusus ini. Belum pernah saya alami sepanjang dan seintensip itu.
Kesan saya, beliau juga sangat menikmatinya. Sering para Bhikku lain juga ikut bergandengan tangan sehingga terjadi rantai gandengan tangan selama perjalanan.
Betapa indahnya hidup ini! Sekalipun berbeda, kita masih bisa dan bahkan senang bergandengan tangan.
Tidak ada kaitan dengan perkara iman. Ini soal kemanusiaan belaka yang diterjemahkan dari iman masing-masing.
Benar kata Paus Benediktus XVI dalam satu kesempatan: Barangsiapa yang beriman, tidak pernah merasa sendirian. Dia selalu ingin mencari penganut agama lainnya. Mengapa? Karena asal usul kita satu dan sama. Tujuan kita pun satu dan sama. Yakni kepada Dia yang telah menciptakan kita semua, walaupun cara dan jalan kita berbeda.
Di tengah berbagai macam konflik dan perpecahan di dunia ini, betapa indahnya mengalami moment seperti ini.
Bagi mereka yang berkendak baik dan berjuang untuk perdamaian lintas agama dan perdamaian global, kami hari ini ingin mengatakan: You don’t walk alone.
Anda tidak berjalan sendirin. We walk together, hand in hand, for peace and harmony.
Tidak ada yang lebih indah dan membahagiakan selain hidup dalam suasana rukun dan damai, saling memahami dan saling menghormati. (P Markus Solo Kewuta SVD - Vatikan)
Artikel Terkait
Uskup Agustinus: Tahun 2023 Dubes Vatikan akan Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus USA Ngabang
Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Hadiah Khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan
Vatikan Dukung Paguyuban Wartawan Katolik Republik Indonesia Kampanye Perdamaian
Dubes Vatikan Msgr Piero Pioppo: Bangsa Indonesia Dianugerahi Tiga Kekayaan
Kardinal Miguel Angel Ayuso dari Vatikan Gandrung Konsep Islam Wasatiyyah, DR HC dari UIN Sunan Kalijaga
Paus Fransiskus Telah Sehat dan Kembali ke Vatikan Setelah 3 hari Dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma