Dari Masjid Agung Roma saya mendapatkan daftar lengkap tentang jam sahur, jam sholat, jam matahari terbit, jam matahari terbenam dan jam buka puasa.
Semua lengkap.
Hal ini membuat puasa saya memiliki makna berbeda dan spesifik, tidak seperti di Indonesia. Sebelumnya, selama 9 tahuh lebih, selepas keluar dari Pondok Pesantren, biasanya puasa saya selalu batal. Hehehhehe...
Alhamdulillah, di Kota Abadi ini, puasa saya berjalan dengan lancar!!!!
Inilah salah satu keuntungannya kalau kita sedikit keluar dari lingkungan sempit kita untuk mengenal dunia lain.
Ada banyak hal indah yang kita temukan dan membantu memperlebar horison kita, dan mengubah cara pandang dan cara paham kita.
Yang kita takut-takutkan sebelumnya tidak harus semuanya benar.
Saya berdoa semoga hari-hari dan malam-malam ke depannya lebih panjang, biar masih bisa tinggal lebih lama di sini.
Kata orang, kalau mau kembali lagi ke Roma, harus buang coin-coin kecil di Fontana di Trevi dengan posisi membelakanginya.
Mau coba deh.
Jangankan sekali, bisa berkali-kali.
Mumpung masih punya banyak coin euro kecil di celengan.. Hehee...
Sant. Gregorio, Cellio, Rome
Kamis, 20 April 2023
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 12): Konsili Vatikan II Mengajak Orang Katolik Melakukan Pembaruan
Empat Suster asal Indonesia Ucapkan Kaul Kekal di Roma. Padre Marco Ingatkan Hidup Membiara Bukan Kontrak
Uskup Agustinus: Tahun 2023 Dubes Vatikan akan Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus USA Ngabang
Vatikan Dukung Paguyuban Wartawan Katolik Republik Indonesia Kampanye Perdamaian
Dubes Vatikan Msgr Piero Pioppo: Bangsa Indonesia Dianugerahi Tiga Kekayaan
Kardinal Miguel Angel Ayuso dari Vatikan Gandrung Konsep Islam Wasatiyyah, DR HC dari UIN Sunan Kalijaga