Roma, Puasa dan Kuasa Ilahi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 26 April 2023 | 19:32 WIB
Mahasiwa Yayasan Nostra Aetate di Vatikan Deni Iskandar (jaket biru) asal Pandeglang, Banten di Roma, Italia. (Pontianak Globe)
Mahasiwa Yayasan Nostra Aetate di Vatikan Deni Iskandar (jaket biru) asal Pandeglang, Banten di Roma, Italia. (Pontianak Globe)

Selain itu ada peninggalan paling bersejarah di sini, yaitu Colloseum, ada juga lapangan Circo Massimo, ada Piazza Venezia, ada Museum Campidoglia, ada Forum Romanum, ada Fontana di Trevi, ada Tangga Spanyol, ada Piazza del Popolo, ada Pantheon, Piazza Navona, dan tentu saja ada Vatikan yang merupakan obyek kunjungan manusia dari seluruh dunia, entah dari budaya dan agama apapun. 

Rasa syukur saya tidak pernah berubah.

Tidak terasa puas hanya tinggal beberapa hari lagi akan selesai dengan semua program di Roma dan Vatikan.

Ramadhan juga sebentar lagi akan berakhir. Apakah Ramadhan yang akan datang, saya akan bisa berpuasa kembali seperti ini? Waallahu 'Alam.!

Meskipun di Kota Roma ini umat Muslim hanya terhitung dengan jari, namun saya harus salut dan angkat jempol untuk keramahan dan keterbukaan pemerintah dan masyarakat di sini.

Karena dalam praktik beragama, umat Muslim bisa dengan bebas dan leluasa, menjalankan ibadah puasa, salat berjamaah, juga berpuasa.

Sepanjang saya hidup di Kota Roma ini, saya melihat dan merasakan betul, bahwa umat Muslim di Kota Abadi ini, bisa meng-ekspresi-kan kehidupan beragama-nya secara luwes.

Semua hak-hak beribadahnya terpenuhi.

Kalau ada Muslim yang tidak salat atau tidak berpuasa, itu adalah persoalan pribadinya saja dan bukan karena orang-orang non-Muslim di sini yang mempersulit dirinya. 

Di Kota Roma ada Masjid Agung yang besar, malah terbesar di Uni Eropa, dan ada juga puluhan musola-musola, yang digunakan sebagai tempat ibadah, termasuk juga ibadah salat Jumat, dan juga salat Tarawih.

Salah satu musalanya terletak di wilayah Vittorio Emanuele, bernama Musola Baitu Assalam (Rumah Keselamatan).

Menariknya bahwa Mosala ini persis berdampingan dengan sebuah Gereja Katolik.

 

Satu hal lain lagi di kota Roma ini yang membuat saya juga sangat bersyukur adalah bahwa, di sini, alhamdulillah, puasa saya selama bulan suci Ramadan ini lancar-lancar saja, alias tidak batal.

Sahabat-sahabat Katolik yang serumah dengan saya, memberikan kepada saya apa yang saya butuhkan untuk berpuasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X