Mengungkap Makna Semana Santa di Larantuka, Refleksi Iman dan Tradisi Berabad-abad, Begini Hubungannya dengan Ordo Dominikan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 24 Maret 2025 | 08:35 WIB
Semana Santa di Larantuka, Flores, NTT.
Semana Santa di Larantuka, Flores, NTT.

PONTIANAKGLOBE.COM, LARANTUKA -- Tradisi Semana Santa di Larantuka, yang telah berlangsung selama berabad-abad di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, merefleksikan iman umat Katolik di wilayah tersebut.

Sekretaris Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD Fransiskus Emanuel da Santo, mengungkapkan bahwa sebelum agama Katolik masuk ke Larantuka, penduduk setempat telah memiliki arca Bunda Maria yang kemudian disebut Tuan Ma.

Baca Juga: Umat Katolik di Larantuka Diminta Menyediakan Tumpangan bagi Peziarah Semana Santa, Ternyata Begini Alasannya

“Ketika para imam Dominikan dari Portugis datang, penduduk setempat menunjukkan arca tersebut, dan sejak saat itulah iman Katolik mulai tumbuh di Larantuka,” katanya dalam diskusi bertajuk Mengenal Semana Santa Larantuka, yang ditayangkan di kanal YouTube Larantuka Heritage, Minggu, 23 Maret 2025.

Karena itu, umat setempat meyakini bahwa Bunda Maria adalah benih awal iman Katolik di Larantuka, bahkan sebelum mereka secara resmi menerima agama tersebut.

Semana Santa sendiri merupakan perwujudan devosi umat Katolik yang sangat kuat kepada Bunda Maria, ibu Yesus, tanpa terlepas dari kisah sengsara Yesus.

Dalam Kitab Suci diceritakan bahwa Maria senantiasa mengikuti perjalanan Yesus hingga ke Bukit Golgota, tempat penyaliban-Nya.

Menurut RD Fransiskus Emanuel da Santo, devosi ini dapat bertahan selama ratusan tahun berkat peran berbagai pihak, termasuk institusi Raja Larantuka dan Gereja Katolik setempat, yang terus menjaga serta menghidupkan tradisi ini dalam perjalanan iman umat Katolik.

“Bahkan ketika tidak ada imam, iman umat tetap terjaga karena prosesi Semana Santa menjadi kekuatan penopang iman. Oleh karena itu, Semana Santa bukan hanya milik orang Larantuka, tetapi terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa prosesi Semana Santa terinspirasi dari Alkitab.

Baca Juga: Mengapa Semana Santa Larantuka Bertahan Berabad-abad? Ini Peran Besar Kaum Awam

Hal ini tergambar dalam berbagai perlengkapan atau ornamen yang diarak saat prosesi Jumat Agung.

Misalnya, ukiran buah-buahan dari kayu yang melambangkan kejatuhan Adam dan Hawa setelah tergoda memakan buah terlarang.

Contoh lainnya adalah Tangan Diabo -- patung tangan dari kayu -- yang melambangkan tangan-tangan prajurit Romawi yang menganiaya Yesus.

Karena itu, ia berpesan kepada para peziarah serta umat Katolik di Larantuka agar mengikuti seluruh rangkaian Semana Santa, dari awal hingga Minggu Paskah, dengan sungguh-sungguh sehingga mengalami pembaruan iman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Rekomendasi

Terkini

X