PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Setiap tanggal 28 Oktober, Gereja Katolik Roma merayakan pesta dua rasul, Santo Simon dan Yudas.
Keduanya sering disebutkan berurutan dalam Injil Sinoptik (Matius 13:55; Markus 3:18 dan 14:3; Lukas 6:16) dan berbagi nasib sebagai martir di Persia (kini Iran).
Baca Juga: Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”
Santo Simon
Simon dikenal sebagai saudara sepupu Yesus dan saudara Rasul Yakobus Muda dan Yudas (Matius 13:55).
Dijuluki “Si Zelot,” yang berarti “bersemangat,”
Simon sangat rajin mempelajari dan menaati Hukum Taurat Yahudi.
Kemungkinan, gelar ini juga diberikan karena ia termasuk aliran Zelot (Markus 3:18), yang sangat fanatik memegang teguh Taurat dan ikut serta dalam pemberontakan melawan penjajah Romawi pada tahun 67-70.
Simon, yang berasal dari Kanaan, dipanggil oleh Yesus menjadi rasul-Nya.
Walaupun kisah hidup dan karya kerasulannya tidak banyak tercantum dalam Injil, tradisi kuno memberikan sedikit informasi mengenai pengabdiannya.
Buku Menologi Santo Blasius menyebutkan bahwa ia wafat di Edessa, Irak.
Tradisi Barat menyatakan bahwa Simon pernah mewartakan Injil di Mesir, kemudian bergabung dengan Yudas ke Mesopotamia, dan akhirnya menjadi martir di Persia bersama Yudas.
Tradisi lain menyebutkan bahwa setelah saudaranya Yakobus, Uskup Yerusalem, wafat, para rasul memilih Simon sebagai penggantinya.
Artikel Terkait
Santo Lukas Penulis Injil, Seorang Dokter yang Mengikuti Rasul Paulus
Santo Antoine Daniel 8 Martir Kanada Terjemahkan Doa Bapak Kami ke Bahasa Suku Indian Huron
Santo Charles Garnier SJ, Satu dari 8 Martir Kanada, Ouracha Pembawa Hujani bagi Indian Huron
Kisah Anjing Santo Bernard yang Menyelamatkan Nyawa Seorang Anak Laki-laki di Pegunungan Alpen
Peran Suci, Teladan Ibu Santo Dominikus de Guzman
Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak