Namun, statistik mengenai praktik keagamaan menunjukkan kondisi yang lebih memprihatinkan.
Baca Juga: World CIO 200: Meski Masih Muda, Ichwan Peryana Terpilih Sebagai Ambassador
Survei TNS Ilres tahun 2022 menemukan bahwa dari populasi yang menganggap diri religius (sebagian besar Katolik), hanya 6 persen yang menghadiri Misa setiap minggu, sementara 30 persen menyatakan "tidak pernah atau hampir tidak pernah" ke gereja.
“Kami dulunya se-Katolik Irlandia. Dan seperti Irlandia, tidak banyak yang tersisa dari masa itu,” kata Hollerich.
Kardinal tersebut mencatat bahwa Luksemburg adalah negara yang sangat internasional, dengan hanya 30 persen dari populasi yang lahir di negara tersebut dan sekitar setengahnya bukan warga negara.
Demografi ini tercermin dalam komunitas gereja, yang terdiri dari masyarakat migran dan kelompok berbahasa Portugis, Inggris, Prancis, serta Polandia, yang semua dianggap sebagai tanda harapan bagi gereja.
Baca Juga: KPK Ungkap Kasus Korupsi Smart City, Sekda dan Wakil Ketua DPRD Masuk Jeruji Besi
Selama audiensinya di Katedral Notre Dame, Paus Fransiskus mendengarkan kesaksian Suster Maria Perpétua Coelho Dos Santos, yang menyoroti keberagaman komunitas lokal, termasuk imigran dari Vietnam, Tanjung Verde, Ukraina, Filipina, Kroasia, Republik Ceko, Slowakia, Hongaria, dan berbagai negara Afrika.
“Jika benar keberagaman kita adalah tantangan sehari-hari, kami menjalaninya sebagai kekayaan,” ungkapnya.
Paus juga mendengarkan kesaksian Diogo Gomes Costa, seorang pemuda yang menceritakan bagaimana imannya dihidupkan kembali setelah mengikuti Hari Pemuda Sedunia 2023 di Lisbon, Portugal.
Menurut Keuskupan Agung Luksemburg, lebih dari 10.000 orang telah mendaftar untuk bertemu dengan Paus Fransiskus di katedral, hanya dalam waktu delapan jam setelah pendaftaran dibuka.
Tempat duduk ditentukan melalui undian acak, dan layar raksasa dipasang di luar untuk menyiarkan pertemuan tersebut kepada ratusan orang yang hadir.
“Gereja di Luksemburg hidup di tengah masyarakat yang sangat sekuler, dengan berbagai tantangan dan kesulitan, namun juga dengan jalan harapan,” kata Hollerich dalam sambutannya kepada Paus Fransiskus di katedral.
Sebagai bagian dari kunjungannya, Paus membuka Tahun Yubelium Maria untuk Keuskupan Agung Luksemburg, yang memperingati 400 tahun devosi kepada Maria, pelindung negara tersebut, yang dikenal sebagai Penghibur bagi yang Menderita, seperti dilaporkan CNA. ***
Artikel Terkait
Parodi Paus Fransiskus oleh Winson Reynaldi Menuai Kritik, Influencer Ini Dikecam Habis-habisan dan Akhirnya Minta Maaf
Pujian Paus Fransiskus Ungkap Indonesia Banyak Anak, Intip Bahaya Childfree yang Mengintai
Paus Fransiskus Soroti Fenomena Childfree, Apa yang Menginspirasi Pilihan Hidup Ini di Indonesia?
Sepatu Bertuah Biarawati Ordo Dominikan, Suster Irene OP Bertemu Paus Fransiskus
Paus Fransiskus Tawarkan Suaka di Vatikan untuk Aung San Suu Kyi
Paus Tegas, Bebaskan Aung San Suu Kyi dan Vatikan Siap Menyambutnya