PONTIANAKGLOBE.COM, LUKSEMBURG -- Paus Fransiskus tiba di Luksemburg pada Kamis, 28 September 2024, dalam perjalanan Lawatan Apostolik empat hari ke dua negara yang memiliki sejarah Kristen yang kuat di Eropa.
Setelah kunjungan ini, Paus akan melanjutkan perjalanan ke Belgia.
Baca Juga: Gutmen Nainggolan Beri Penghargaan kepada 8 ASN Pensiunan di Kabupaten Landak
Kedua negara tersebut saat ini mengalami penurunan signifikan dalam kepatuhan beragama di tengah maraknya sekularisasi.
Paus yang berusia 87 tahun ini menghabiskan satu hari di Luksemburg, sebuah negara kecil namun kaya.
Dalam kunjungannya, ia meminta para politisi untuk dipandu oleh nilai-nilai spiritual dan mendorong umat Katolik setempat untuk melaksanakan "pewartaan misionaris" Injil di Eropa.
Dalam kunjungan ke Katedral Notre-Dame yang bergaya Gotik dari abad ke-17, Fransiskus mengingatkan akan pesan Santo Yohanes Paulus II saat kunjungannya pada tahun 1985.
Luksemburg, sebagai negara monarki konstitusional dan yang terkecil kedua di Uni Eropa, memiliki kekayaan per kapita yang tinggi dengan populasi sekitar 672.000 jiwa.
Negara ini juga menjadi pusat bagi beberapa lembaga Uni Eropa, termasuk Pengadilan Keadilan Uni Eropa.
Setelah membatalkan dua audiensi karena flu ringan, Paus Fransiskus tiba di Luksemburg dalam cuaca dingin dan hujan.
Ia disambut oleh kerumunan warga yang berbaris di jalan-jalan, mengenakan jas hujan, dan membawa payung serta bendera Luksemburg kecil.
Gereja di Luksemburg
Luksemburg memiliki satu wilayah gerejawi, yaitu Keuskupan Agung Luksemburg, yang dipimpin oleh Kardinal Jean-Claude Hollerich SJ, yang juga merupakan relator jenderal Sinode Sinodalitas Gereja Katolik.
Dalam wawancara dengan “EWTN News Nightly,” Hollerich menyebut Gereja Katolik di Luksemburg sebagai “Gereja miskin di negara kaya.”
Artikel Terkait
Parodi Paus Fransiskus oleh Winson Reynaldi Menuai Kritik, Influencer Ini Dikecam Habis-habisan dan Akhirnya Minta Maaf
Pujian Paus Fransiskus Ungkap Indonesia Banyak Anak, Intip Bahaya Childfree yang Mengintai
Paus Fransiskus Soroti Fenomena Childfree, Apa yang Menginspirasi Pilihan Hidup Ini di Indonesia?
Sepatu Bertuah Biarawati Ordo Dominikan, Suster Irene OP Bertemu Paus Fransiskus
Paus Fransiskus Tawarkan Suaka di Vatikan untuk Aung San Suu Kyi
Paus Tegas, Bebaskan Aung San Suu Kyi dan Vatikan Siap Menyambutnya