Yang dimaksud Paus adalah Paus Johanes Paulus II, yang meninggal pada 2 April 2005.
Pada 27 April 2014, paus ini mendapat gelar santo -- orang kudus dari Gereja Katolik. Ini merupakan penganugerahan gelar tercepat sepanjang sejarah Gereja Katolik Dunia.
“Saya menerima sepatu begitu saja tanpa berpikir apa-apa. Saya hanya menyampaikan terimakasih dan tidak ada pembicaraan lebih lanjut, kecuali peristiwa pemberian sepatu," katanya.
Ia menambahkan, "Di hadapan Sr Agnes, saya mencoba mengenakan sepatu itu. Sepatunya sangat bagus dan indah. Saya katakan, sepatunya pas sekali Sr Agnes. Beliau tersenyum senang melihat sepatu pemberiannya memang cukup di kaki saya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, dari mana suster pimpinan tahu ukuran sepatu saya?“.
Mengingat pemberian sepatu itu memiliki makna khusus, Sr Irene merasa sayang untuk memakainya.
Meski demikian, sepatu itu selalu dibawa kemana dirinya berkarya, pindah tempat ataupun pindah kota.
Sepatu itu baru dipakai pada 25 Oktober 2018, ketika dirinya diwisuda dari PPM setelah menyelesaikan studi Pasca Sarjana di Bidang Manajemen.
Dan, pengalaman iman itu pun terjadi saat Paus Fransiskus itu berkunjung ke Indonesia.
Ketika mendengar rencana Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia dan akan menginap di Nunciatura, dirinya tersadar dan terhenyak, ternyata sepatu itu menjadi sebuah tanda.
Tanda dirinya akan berjumpa dengan Paus Fransiskus sebagaimana Sr Agnes OP bertemu dengan Paus Johanes Paulus II.
"Dalam suatu rapat bersama menjelang kunjungan Paus Fransiskus, kepada Dubes Vatikan untuk Indonesia (Nuncio), Mgr Piero Pioppo, saya membuka rahasia yang saya pegang. Ya tentang sepatu itu. Setelah mendengar cerita, Nuncio kemudian mengatakan, ” You see, It revealed – Kamu lihat, akhirnya terungkap misterinya. Oleh karenanya, Nuncio meminta saya menjadi yang pertama menyambut Paus Fransiskus ketika tiba di Nunciatura,” lanjut Sr Irene OP.
Pada saat Paus Fransiskus tiba di Nunciatura, lalu apa yang terjadi? Sr Irene OP mengingat pimpinannya yang telah beristirahat panjang untuk selamanya.
Kepada Sr Agnes OP alm, Sr Irene berucap dalam hati. "Terimakasih karena sepatu ini saya juga dihantar bertemu dengan Paus (Fransiskus). Benar-benar rencana Tuhan, bahwa saya ditugaskan di Nunciatura,” ucap Sr Irene OP dalam hati. ***
Artikel Terkait
PM Xanana Gusmao Turun ke Jalan Sapu Kota Demi Sambut Paus Fransiskus
KWI Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf Setelah Kunjungan Paus Fransiskus
Lawatan Apostolik ke Timor Leste, Paus Fransiskus Serukan Perlindungan Anak Muda
Parodi Paus Fransiskus oleh Winson Reynaldi Menuai Kritik, Influencer Ini Dikecam Habis-habisan dan Akhirnya Minta Maaf
Pujian Paus Fransiskus Ungkap Indonesia Banyak Anak, Intip Bahaya Childfree yang Mengintai
Paus Fransiskus Soroti Fenomena Childfree, Apa yang Menginspirasi Pilihan Hidup Ini di Indonesia?